Info Korban Jiwa Akibat Gempa Simpang Siur, Warga Perantauan Makin Cemas

oleh
Kondisi di pasar inpres Takengon sesaat setelah gempa.(LGco-Khalisuddin)
Kondisi di pasar inpres Takengon sesaat setelah gempa.(LGco-Khalisuddin)
Kondisi di pasar inpres Takengon sesaat setelah gempa.(LGco-Khalisuddin)

Banda Aceh-LintasGayo: Informasi simpang siur menyangkut korban jiwa akibat gempa membuat warga Gayo di perantauan menjadi semakin gundah dan cemas. Pasalnya, hingga hari ini belum ada kepastian korban jiwa tersebut.

Hingga, Rabu (3/7/2013) jelang siang ini, berbagai informasi korban jiwa terus bersebar di berbagai jaringan sosial, seperti  facebook, twieter dan jejering sosial lainnya. Para user umumnya memposting berita dari berbagai berita. Dimana ada yang menyebut korban jiwa mencapai 22 orang, ada yang 25 orang dan ada tv swasta nasional yang melansir korban jiwa sampai 50 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga kini sudah 22 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 SR beserta susulannya di Aceh. Sementara itu, 210 orang mengalami luka-luka.

“Kepala BNPB Syamsul Maarif telah melaporkan kepada Presiden perkembangan dan upaya penanganan gempa 6,2 di Aceh. Hingga saat ini data sementara dampak gempa terdapat 22 orang meninggal dunia, 210 orang luka-luka,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/7/2013).

Sutopo menjelaskan, berdasarkan laporan dari BPBD Aceh tengah, terdapat 10 orang meninggal dunia. 140 orang luka-luka dan dirawat di RSUD Aceh Tengah. Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah, terdapat 12 orang meninggal dunia. 70 orang dirawat di RSUD dan puskesmas di Bener Meriah.

“Ada yg bilang 25 orang yg benar mana sihhh….?,” ujar  Suhada Gayo dalam komen facebooknya menanggapi postingan berita korban jiwa akibat gempa.

Hal senada juga dikeluhkan Yuniar R Yoga. Lewat komen postingan di facebooknya, menyatakan, “..semalam di TV swasta, katanya 50 orang, berita yang simpang siur membuat keluarga yang jauh gundah dan sangat cemas,” tulis Yuniar.

Rasa cemas warga perantauan ini semakin menjadi-jadi, sebab hingga menjelang siang hari ini, komunikasi ke Bener Meriah dan Aceh Tengah masih belum normal. Jaringan telepon selular sangat sulit bisa menembus ke wilayah dataran tinggi Gayo tersebut.(ghassa)

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.