Sastra Terbaru

[Puisi Yusra Habib Abdul Ghani] Kenangan Untuk Laut Tawar

[Puisi] Yusra Habib Abdul Ghani  ; Catatan Milad Takengen yang ke-440 Puisi Kenangan Untuk Laut Tawar Ribuan lembar catatan harianku terendan dalam jerjak keramba Dulu coretan itu kukemas dalam deburan ombak yang menari antara Renggali-Birah Panyang Berharap tidak remuk dikunyah ikan jalang yang dijebloskan dalam keramba Kini aku telah kehilangaan segalanya Tidak lagi ditemani kicauan […]

Sastra Terbaru

Kupandang Jauh Semua Rata

[Puisi]  Muhammad Sarjuli Pandang kupandang sekelilingku gunung, menjulang tinggi. lagi kupandang bukan hutan, biru memang dari kejauhan sesekali putih tertutup kabut. Pantas saja sumur-sumur kering airnya berbondong-bondong ke hilir penuhi ibu kota. Lagi-lagi kupandang airnya mengenangi rumah-rumah dan menutupi selokan dan lubang lubang. Lagi-lagi rata. Di gunung rumah-rumah rata dengan tanah dan lagi-lagi kota rata […]

Sastra Terbaru

Dua Negeri Salasari

[Puisi] Zab Bransah Dua Negeri  Salasari   Nyanyian terdengar sayup dari kejauhan dibawa angin malam dipentaskan kepada anak negeri Salasari yang sudah lama tidak terdengar mengisahkan malam-malam terdahulu yang mengisyaratkan begitu lama merindukan nyanyian itu suara Zulia begitu sendu mengikuti petikan melodi menghanyutkan dalam tali kecapi suara rapai gemuruh pada pukulan sang pawang serta dendayang menari–nari  […]

Sastra Terbaru

Berdiri Di Puncak Al-Kahfi

[Puisi] Berdiri Di Puncak Al-Kahfi Eri Syofratmin   Berdiri Di Puncak Al-Kahfi Malam ini secawan kopi bunga menemani ilusiku ke ranah Takengon ruhku terbang temui para penyair Abangku Salman Yoga S, Fikar W Eda, Mustafa Ismail II, Syarifuddin Arifin, Iyut Fitra di dataran tinggi Tanah Gayo Puncak Al Kahfi Bur PANTAN TERONG Aku mengaduk rindu di belanga rendangan kopi […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Ingatan Aceh Akhir Tahun

[Puisi] Ingatan Aceh Akhir Tahun Mulia Mardi Desember Dingin terasa panas Alam beringas Semesta merana bebas Dunia membahas Dari wajah layu tertidur pulas Kenapa Aceh selalu gemetar Cakrawala terus berputar Kasat dalam kibar Apakah kita berkabung dosa besar Masih ingat Dua belas tahun yang lalu Ketika ombak menyerbu Ribuan nyawa tersapu Bergelut dalam pilu Termasuk […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Kemana Aku Pulang

Maulana Wiga Jalan sudah salah arah tersesat oleh simfoni hingga terhapus senyum di wajah Apa aku punya rumah? terlalu banyak tempat bersinggah mana keluargaku yang penuh kasih tolong tunjukkan Kemana aku pulang adakah tempat untukku di dunia ini lekas untuk siapa nafkah yang kucari tapi mengapa berat sangat beban dipundak ini Menanti siapa yang kunanti […]

Sastra Terbaru

Lima Belas Detik Saja, Kekasihku

[Puisi] Empati Penyair Atas Gempa Pidie Dari NTT Mezra E.Pellondou Lima Belas Detik Saja, Kekasihku :Yusra Fitriani pada Suharnas, calon Linto Baro Lima belas detik saja gempa melepaskanmu dari genggamanku subuh itu sesar geser mendatar bergetar mencium Ubun-ubunmu menggoncang dan mengistirahatkanmu dariku padahal telah lama kita mencoba meraba-raba takdir bermimpi tentang sepasang pengantin berlayar satu […]