Free songs
Home / Sastra (page 59)

Category Archives: Sastra

Feed Subscription

[Sastra Gayo] Tauk ku ari Ranto

[Sastra Gayo] Tauk ku ari Ranto

Ari si jarak ku panang rupe mu… Teringet aku ken perjuangan mu… Kerut ni seliben mu si nemah basa… Nge taring rasa ine urum ama… Ini nge geh aku anak mu… Niro ejer marah urum manat putenah mu… Ulak berjuang ...

Read More »

[Puisi] Dua Juli Dua Ribu Tiga Belas, Gayo Ziarah Air Mata

[Puisi] Dua Juli  Dua Ribu Tiga Belas, Gayo Ziarah Air Mata

Oleh : Zuliana Ibrahim Lepas tadabur langit, terik, bukit, Lut Tawar Loyang  sampai Birah Panyang. Lagi, di siang menuju ashar bumi meminang detak jantung Dua juli dua ribu tiga belas,  Gayo ziarah airmata Berduyun-duyun kabar terseret dari Perumnas, Mongal sampai ...

Read More »

[Puisi] Selembar Sajadah di Bah

[Puisi]  Selembar Sajadah di Bah

Salman Yoga S Selembar Sajadah di Bah Selembar sajadah di kampung Bah tertimbun Warnanya hitam mengulum tanah Selembar mukena terjemur matahari di Kute Gelime Mengepak ditiup angin seperti bendera malaikat yang turut berduka Entah berapa kubah masjid dan menasah merapat ...

Read More »

[Puisi] Langit Merah

[Puisi] Langit Merah

Oleh : SyukriTakengon Salam dari Sang Fajar salam pertemuan menyambut pagi Salam dari Sang Fajar salam perpisahan menjelang senja Langit merah di batas horizon masih ingin menyapa menyapa makhluk penghuni bumi katanya: bumi masih berputar matahari masih terbit dari timur ...

Read More »

[Puisi] Surat untuk Bunda

[Puisi] Surat untuk Bunda

Ansar Salihin Surat untuk Bunda Dari kota kecil kirim bait tetesan air mata karena jauh hamparan angin mengantarkan anak bunda belum sempat ku kirim kain berkalung bulan pengganti sajadah yang telah kusam. Ini surat ku kirimkan lewat bait berdoa pengganti ...

Read More »

Dan gempa itu datang tiba-tiba

Dan gempa itu datang tiba-tiba

Dan gempa itu datang tiba-tiba. Membawa rasa sakit dan menusukkannya jauh ke dalam jiwa. Ketakutan dan kesedihan menghimpit-himpit menyesakkan dada siapa saja. Harta hancur, jiwa binasa dan ketidakberdayaan yang sempurna. Orang-orang berlari tunggang langgang dalam kepanikan karena kehilangan akal kecerdasannya. ...

Read More »

[Puisi] Beri Aku Sebuah Galah

[Puisi] Beri Aku Sebuah Galah

Salman Yoga S           BERI AKU SEBUAH GALAH 1*      Seperti sekumpulan pepohonan yang meninggalkan bebijian tumbanglah induknya karena usia rebahlah batangnya karena perang keriput dan matilah akar-akarnya karena bencana Tuhan … sengaja menyisakan sebutir biji itu untuk melanjutkan ...

Read More »

[Cerpen] Kotak Kiriman Inen Muftiyah Ke Ketol

[Cerpen] Kotak  Kiriman Inen Muftiyah Ke Ketol

[Cerpen]  Salman Yoga S               JAM sembilan pagi Inen Muftiyah belum juga muncul, sementara mobil jemputan ke Ketol bersama sejumlah teman sudah menunggu sejak tadi di depan pintu kantor. Aku mondar-mandir antara ruang kerja dan ruang tamu kantor, gelisah. ...

Read More »

“Kampung Serempah” dan “Nisan Kertas”, Catatan Luka LK Ara

“Kampung Serempah” dan “Nisan Kertas”, Catatan Luka LK Ara

Gempa Gayo (bagian 5) Catatan: Aman ZaiZa LK ARA, lelaki itu terlihat tetap bersemangat, meski usianya tidak muda lagi. Semangat yang membara dalam dirinya itu membuatnya tak pernah berhenti berkarya. Laksana kata pepatah “makin tua makin ber isi” itulah sosok ...

Read More »

Puisi Kopi Salman Yoga S

Puisi Kopi Salman Yoga S

Kopi Rasa Segala Sungguhpun barista memutar gelas Mengalirkan listrik kemesin-mesin pemeras Suguhkan kopi dengan gelas berhias Aroma dan cita khas ber- style Tak sesahaja ayunan alu Hj. Sufiah Inen Hafisah Meriah Dalam lusung usang kayu pahatan cinta Demikianpun barista menawarkan ...

Read More »
Scroll To Top