Free songs
Home / Sastra (page 20)

Category Archives: Sastra

Feed Subscription

Idealisme dan Cahaya Hidayah Seorang Koruptor Muda

Idealisme dan Cahaya Hidayah Seorang Koruptor Muda

[Cerpen] Cossalabu* MALAM semakin larut, pagi segera akan menjelang. Lampu terlihat masih menyala pada sebuah rumah besar di pinggir jalan itu, seolah ingin memperlihatkan bahwa ditengah sepinya malam masih ada aktivitas tertinggal pada sebuah kamar di jalan yang teramat sepi ...

Read More »

Emun

Emun

[Sastra Gayo] Yusuf Alfoba Kenawat Emun ko ke kedut, ko ke nami, ko ke uren ko teridah i langit, ko teridah i bumi musalup wan ni waih muselgép wan ni baur turun turun ku bumi mujadi bengi Emun… isi tonén ko bintang, isi tonén ko ulen wan pötih item ules ni langit Emun kupanangi ko i atas ni langit i tumpuk ni bumi osopmu isineri lao beluh mu iemusni kuyu Emun.. sikubetih gegur tene malé uren kilet sar sur gere tentu mujadi Emun.. ike mata ni waih asa ari lapis ni bumi senuwen öbuhé lemi uyetpé remamo bierpé terkadang item warnamu teridah i matani turun ku bumi mujadi suci Emun urumen akupé lagu ikhas tulusmu ari amur ni lauhku oya le jujur sikubetehi.[SY] Oktober, 2015.

Read More »

[Novelet WRB] Alivtina [8]

[Novelet WRB]  Alivtina [8]

Karya: Win Ruhdi Bathin (WRB) Diterjemahkan Kedalam Bahasa Gayo Oleh: Aman Renggali REJE ijege den iawasi oleh Imem, Petue den rakyat genap mupakat. Kekuasaen Reje gere nguk kenak dirié, kenak ni nesué. Tapé idasari kesepakaten murum, antara rakyat, Imem den ...

Read More »

Bukan Nama Asli

Bukan Nama Asli

Cerpen: Muhammad Syukri Semua tahu, itulah nama asli, pemberian kedua orang tuaku. Mau lucu, aneh atau unik, itulah adanya. Bagiku, nama adalah doa sekaligus identitas yang membedakan panggilanku dengan orang lain. Aku sadar, orang disekelilingku masih banyak kupanggil bukan dengan ...

Read More »

Lembah Hijau Yang Gersang (Sebuah Analogi Gayo)

Lembah Hijau Yang Gersang (Sebuah Analogi Gayo)

Cerpen Oleh : Abdi Yasni Kendawi Dalam sebuah lembah hijau yang gersang, terlihat seorang lelaki duduk dengan wajah kagum memandangi sebuah bongkahan bukit yang begitu indah baginya. Perlahan lelaki itu berjalan menyusuri lembah menuju bukit itu, sesampainya di kaki bukit itu ...

Read More »

Tumbal Asap

Tumbal Asap

[Puisi ] Ida Nusraini Tumbal Asap   Terima kasih, asap karenamu kami jadi tahu betapa rindu pada hujan sebelumnya sering dikeluhkan karena cucian tidak kering di jemuran membuat terlambat sampai ketujuan menunda selesainya pekerjaan banjir dan bencana bila curah berlebihan Terima ...

Read More »

[Cerpen] Metafora Asmara Bercinta Dengan Alam

[Cerpen] Metafora Asmara Bercinta Dengan Alam

Oleh Ila Namsu* PERCINTAAN dua insan lawan jenis berawal, hingga berlanjut menuju klimaks. Disinilah puncak kenikmatan dari perjuangan cinta biasa kita dapat. Sejak dulu aku adalah seorang pencari jati diri, petualang spiritual hingga berkelana ke beberapa puncak gunung dan bukit. ...

Read More »

[Sastra Gayo] Kusa-kusa

[Sastra Gayo] Kusa-kusa

Oleh : Ibnu Hajar Lut Tawar* Kusa-Kusa   Lemem bertona le pantas beruló besiló le gere né ara tertip bermenjelis umet bermelie besilo gere né gunei jema Santan lemak manisen lungi besilo ni nge méh pana ike cerak gere mu ...

Read More »

[Puisi] Doktrinisasi Seorang Ayah Pada Anaknya

[Puisi] Doktrinisasi Seorang Ayah Pada Anaknya

[Puisi] Fathan Muhammad Taufiq*   Anakku, berlaku jujurlah Meski terkadang kau tak mujur Karena negeri ini hanya butuh para pendusta Yakinlah hanya kejujuran yang akan membuat hidup selamat Tetaplah rajin Meski hanya dipandang sebelah mata Karena negeri ini sudah dikuasai ...

Read More »
Scroll To Top