Sastra Terbaru

[Puisi] Selembar Sajadah di Bah

Salman Yoga S Selembar Sajadah di Bah Selembar sajadah di kampung Bah tertimbun Warnanya hitam mengulum tanah Selembar mukena terjemur matahari di Kute Gelime Mengepak ditiup angin seperti bendera malaikat yang turut berduka Entah berapa kubah masjid dan menasah merapat ketanah di Ketol Seperti sujud alam yang tak pernah reda Zikirnya terdengar menggigil dan dingin […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Langit Merah

Oleh : SyukriTakengon Salam dari Sang Fajar salam pertemuan menyambut pagi Salam dari Sang Fajar salam perpisahan menjelang senja Langit merah di batas horizon masih ingin menyapa menyapa makhluk penghuni bumi katanya: bumi masih berputar matahari masih terbit dari timur anda masih diberi kesempatan Langit merah di titik nadir melambai ucapkan selamat berpisah moga esok […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Surat untuk Bunda

Ansar Salihin Surat untuk Bunda Dari kota kecil kirim bait tetesan air mata karena jauh hamparan angin mengantarkan anak bunda belum sempat ku kirim kain berkalung bulan pengganti sajadah yang telah kusam. Ini surat ku kirimkan lewat bait berdoa pengganti rindu diakhir bulan puasa bukan daku tak sempat menghadap bunda tapi tugas itu tak memberi […]

Sastra Terbaru

Dan gempa itu datang tiba-tiba

Dan gempa itu datang tiba-tiba. Membawa rasa sakit dan menusukkannya jauh ke dalam jiwa. Ketakutan dan kesedihan menghimpit-himpit menyesakkan dada siapa saja. Harta hancur, jiwa binasa dan ketidakberdayaan yang sempurna. Orang-orang berlari tunggang langgang dalam kepanikan karena kehilangan akal kecerdasannya. Air mata tidak cukup membasuh luka. Tiba-tiba saja Tuhan begitu dibutuhkan kehadiranNya. NamaNya diseru lebih […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Beri Aku Sebuah Galah

Salman Yoga S           BERI AKU SEBUAH GALAH 1*      Seperti sekumpulan pepohonan yang meninggalkan bebijian tumbanglah induknya karena usia rebahlah batangnya karena perang keriput dan matilah akar-akarnya karena bencana Tuhan … sengaja menyisakan sebutir biji itu untuk melanjutkan kehidupan untuk ujian sekaligus ketenteraman biji itu mendekap udara biji itu menggepal cahaya biji itu […]

Sastra Terbaru

[Cerpen] Kotak Kiriman Inen Muftiyah Ke Ketol

[Cerpen]  Salman Yoga S               JAM sembilan pagi Inen Muftiyah belum juga muncul, sementara mobil jemputan ke Ketol bersama sejumlah teman sudah menunggu sejak tadi di depan pintu kantor. Aku mondar-mandir antara ruang kerja dan ruang tamu kantor, gelisah. Kekhawatiran semakin memuncak ketika suara klekson itu seperti menyumbat telinga, apakah terus menunggu Inen Muftiyah […]

Keber Ari Ranto Sastra Terbaru

“Kampung Serempah” dan “Nisan Kertas”, Catatan Luka LK Ara

Gempa Gayo (bagian 5) Catatan: Aman ZaiZa LK ARA, lelaki itu terlihat tetap bersemangat, meski usianya tidak muda lagi. Semangat yang membara dalam dirinya itu membuatnya tak pernah berhenti berkarya. Laksana kata pepatah “makin tua makin ber isi” itulah sosok Lesek Keti Ara (LK Ara). Matanya awas dalam melihat disekeliling, hal ini terlihat saat penulis […]