Sastra Terbaru

[Puisi] Dua Juli Dua Ribu Tiga Belas, Gayo Ziarah Air Mata

Oleh : Zuliana Ibrahim Lepas tadabur langit, terik, bukit, Lut Tawar Loyang  sampai Birah Panyang. Lagi, di siang menuju ashar bumi meminang detak jantung Dua juli dua ribu tiga belas,  Gayo ziarah airmata Berduyun-duyun kabar terseret dari Perumnas, Mongal sampai Ketol di Bah Serempah. Sepenggal nafas anak-anak yang terjaga di malamnya Dengan wajah temaram menyapu […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Selembar Sajadah di Bah

Salman Yoga S Selembar Sajadah di Bah Selembar sajadah di kampung Bah tertimbun Warnanya hitam mengulum tanah Selembar mukena terjemur matahari di Kute Gelime Mengepak ditiup angin seperti bendera malaikat yang turut berduka Entah berapa kubah masjid dan menasah merapat ketanah di Ketol Seperti sujud alam yang tak pernah reda Zikirnya terdengar menggigil dan dingin […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Langit Merah

Oleh : SyukriTakengon Salam dari Sang Fajar salam pertemuan menyambut pagi Salam dari Sang Fajar salam perpisahan menjelang senja Langit merah di batas horizon masih ingin menyapa menyapa makhluk penghuni bumi katanya: bumi masih berputar matahari masih terbit dari timur anda masih diberi kesempatan Langit merah di titik nadir melambai ucapkan selamat berpisah moga esok […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Surat untuk Bunda

Ansar Salihin Surat untuk Bunda Dari kota kecil kirim bait tetesan air mata karena jauh hamparan angin mengantarkan anak bunda belum sempat ku kirim kain berkalung bulan pengganti sajadah yang telah kusam. Ini surat ku kirimkan lewat bait berdoa pengganti rindu diakhir bulan puasa bukan daku tak sempat menghadap bunda tapi tugas itu tak memberi […]

Sastra Terbaru

Dan gempa itu datang tiba-tiba

Dan gempa itu datang tiba-tiba. Membawa rasa sakit dan menusukkannya jauh ke dalam jiwa. Ketakutan dan kesedihan menghimpit-himpit menyesakkan dada siapa saja. Harta hancur, jiwa binasa dan ketidakberdayaan yang sempurna. Orang-orang berlari tunggang langgang dalam kepanikan karena kehilangan akal kecerdasannya. Air mata tidak cukup membasuh luka. Tiba-tiba saja Tuhan begitu dibutuhkan kehadiranNya. NamaNya diseru lebih […]

Sastra Terbaru

[Puisi] Beri Aku Sebuah Galah

Salman Yoga S           BERI AKU SEBUAH GALAH 1*      Seperti sekumpulan pepohonan yang meninggalkan bebijian tumbanglah induknya karena usia rebahlah batangnya karena perang keriput dan matilah akar-akarnya karena bencana Tuhan … sengaja menyisakan sebutir biji itu untuk melanjutkan kehidupan untuk ujian sekaligus ketenteraman biji itu mendekap udara biji itu menggepal cahaya biji itu […]