[Puisi] Tuhan Kopi

oleh

[Puisi] Tuhan Kopi
Salman Yoga S

Menjulurkan jemari pada ranting
Memetik ranum pada bulan
Mempesiangi pada angin
Engkau-lah yang membakar matahari jiwa

Berhimpunlah wahai pinta-pinta
Ini saat yang tepat menemui hakekat
Sebab merah telah menyala di atas perdu
Butiran buah kopi telah menjelma menjadi tasbih
Menggelinding jauh menyusuri hari-hari
Hingga kita harus berhenti di muara kehidupan
Sebagai hamba yang menghamba

Vilar Wih Ilang, 2020

*Dipetik dari Buku “Semesta Jiwa”, Pengantar W. Mustika-Komunitas Rumah Semesta Bali, 2020.

Comments

comments