Kesehatan Tubuh Manusia dalam Pengamalan Ibadah

oleh

Oleh : Dr Hamdan MA*

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan seluruh aspek kehidupan manusi, tak hanya rohani tapi juga jasmani. Dalam al-Quran maupun Hadits Rasullah saw banyak ditemukan term-term mengenai kesehatan jasmani, misalnya saja tuntunan untuk berobat ketika ada penyakit, jenis-jenis obat, cara agar terhindar dari penyakit yang mewabah, dan olah raga.

Namun dalam tulisan ini, penulis hanya memaparkan tentang hubungan ibadah-ibadah yang dilakukan dengan kesehatan tubuh manusia.

Pada dasarnya ketika mengamalkan ajaran Islam secara baik maka kesehatan baik aspek jasmani maupun rohani manusia akan cendrung membaik, ini dapat dilihat dari beberapa penjelasan hadits maupun penelitian yang dilakukan para ilmuwan yang menunjukkan bahwa ada korelasi yang kuat antara melakukan dan mengamalkan ajaran Islam secara baik dengan kesehatan tubuh yang akan didapatkan.

Islam adalah aturan yang sempurna yang yang didalamnya terdapat aturan aturan yang memerintahkan kepada kebaikan. Agama kita mewajibkan kepada kepada ummatnya untuk mengamalkan ibadah baik ibadah maghdah maupun ibadah gairu maghdah, dalam perintah yang kita namakan dengan taklif, ada shalat, puasa, zakat, dan amal ibadah lainnya.

Kendatipun perintah tersebut dinamakan taklif pembebanan yang harus dilaksanakan, akan tetapi hal itu manfaatnya dirasakan sendiri oleh yang melakukannya. Manfaat yang maanusia dapatkan bukan hanya tentang kehidupan Akhirat namun juga dikehidupan dunia ini, bukan hanya kebaikan rohani tapi juga kebaikan jasmani. Ada beberapa amalan yang merujuk pada hadis Rasulullah SAW, dimana amalan tersebut bukan saja ibadah yang bersifat wajib tapi banyak yang bersifat sunnah

Pertama, Shalat Tahajjud. Shalat Tahajuds adalah shalat sunnat yang dikatagorikan ulama sebagai shalat sunnah muakkad. Shalat sunat yang yang sangat dianjurkan Nabi untuk dikerjakan, Nabi sangat mencintai shalat Sunnah ini, karena pentingnya hingga diriwayatkan bahwa Nabi mendirikan Shalat ini hingga bengkak kedua kakinya.

Banyak sekali kelebihan dari Shalat Tahajjud ini dilihat dari sisi bahwa shalat sunnah ini disebutkan dalam al-Quran di beberapa tempat misalnya Q.S. al Muzammil: 1-4, Q.S. Adzariat: 17, Q.S. al Isra’:79, yang menunjukkan alangkah pentingnya shalat ini setelah shalat fardu.

Kedudukan Shalat Tahajjud selain dengan dalil –dalil di atas juga dijelaskan oleh hadis Rasulullah SAW seperti sabda Rasullullah SAW yang artinya’’Bahwa Rasulullah SAW berkata kepadanya, shalat yang utama disisi Allah adalah shalat nabi Daud ‘alaihissalam dan puasa yang paling disukai disisi Allah adalah puasanya nya Daud ‘alaihissalam dimana beliau tidur separuh malam dan bangun sepertiganya, dan tidur seperenamnya dan puasa satu hari dan berbuka hari berikutnya” (Muttafaq ‘alaih).

Sebenarnya masih banyak hadits –hadits lainnya yang menerangkan tentang Shalat Tahajjud yang menjelaskan tentang beragam keutamaan amaliyah yang baik yang akan membawa dampak positif bagi kesehatan seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam at Tirmizi dari Bilal bahwa Rasullullah SAW bersabda: ’’kalian harus melakukan qiyamullaili karena itu menjadi kebiasaan orang yang shalih sebelum kamu, karena qiyamullaili mendekatkan diri pada Allah, mencegah dosa, menghapus kesalahan dan mengusir penyakit dibadan” .

Dalam hadist tersebut dijelaskan secara langsung efek dari Shalat Tahajjud bagi kesehatan jasmani dan rohani. Dalam aspek jasmani diantaranya adalah mengusir penyakit dari badan. Banyak pakar menjelaskan pengaruh shalat ini bagi kesehatan jasmani.

Muhammad Muhyidin menjelaskan ”Orang yang terbiasa melakukan Shalat Tahajjud insya Allah akan terbiasa menghirup udara yang sehat dan menyegarkan, membasuh wajah dengan air yan sehat dan menyegarkan serta mengeluarkan gas – gas beracun dari dalam tubuhnya” .

Efeknya orang yang biasa mengerjakan Shalat Tahajjud akan semakin sehat dan segar bugar. Dia akan dijauhkan dari berbagai penyakit, baik fisik maupun mental, terlebih penyakit spiritual.

Kedua Hikmah kesehatan tubuh dalam puasa. Dalam Islam ibadah puasa dapat di golongkan menjadi dua, yakni yang bersifat wajib dan yang bersifat sunnat. Yang wajib dapat digolongkan kepada puasa Ramadhan, puasa Nazar, puasa Qada, dan Puasa kafarat.

Sedangkan puasa yang sunnat banyak jenisnya seperti puasa nabi Dawud, Puasa Senin Kamis, Puasa Ayyamul Bidh dan puasa sunnat lainnya.
Berbagai penelitian yang dilakukan banyak kalangan baik ilmuwan muslim maupun ilmuan non muslim, serta buku buku yang diterbitkan menyangkut fadilah dan manfaat puasa terhadap manusia memang tidak menjelaskan maanfaat puasa secara jelas namun ternyata dibalik diwajibkannya puasa sangat berpengaruh terhadap jasmani manusia.

Sebuah Hadits yang diriwayatkan Thabrani yang mengatakan bahwa “puasalah kamu niscaya kamu sehat” ternyata hadits daif, namun hadits tersebut dapat diyakini kebenarannya disebabkan banyak yang mendukung akan bunyi hadits tersebut bahwa puasa tersebut menyehatkan.

Dalam bukunya Mahmud Syafrowi menjelaskan manfaat besar dari puasa, beliau mengatakan ”Rasul telah menjelaskan bahwa sumber penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa adalah obatnya” puasa sangat baik untuk mengistirahatkan usus, pembersihan tubuh dari racun, meningkatkan kekebalan tubuh dari berbagai penyakit, meningkatkan daya serap makanan, dan banyak manfaat luar biasa lainnya.

Ketiga, Membaca al Quran. Membaca al Qur’an adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, cukup banyak ayat al Quran maupun hadits Rasulullah SAW yang memerintahkan umatnya untuk membaca, mendengar dan mempelajari al Quran dan inilah yang maksudnya berinteraksi dengan Al-Quran.

Dalam banyak hadist dijelaskan betapa besar hikmah orang mukmin yang suka berinteraksi dengan al Quran. Meskipun dalam hadis hanya dikatakan membaca tapi dari kata membaca sendiri bukan hanya membaca huruf perhuruf tetapi segala sesuatu yang menyangkut kecintaan terhadap al Quran bisa masuk dalam katagori apa yang dimaksudkan hadis tersebut.

Bahkan lantaran kemulian membaca al Quran orang munafiqpun akan mendapatkan hikmah dan manfaat lantaran berinteraksi dengan al Quran kendatipun tidak sebanyak dan sebagus orang beriman.

Banyak buku dan jurnal yang ditulis oleh ulama tentang pengaruh membaca al Quran baik terhadap rohani maupun jasmani yang semuanya adalah pengejawantahan dari yang tersurat maupun tersirat dari al Quran maupun sunnah yang berbicara tentang perintah membaca al Quran.

Kita dapat membaca juga dari buku Abdul Daem Alkaheel yang menjelaskan dalam buku al Quran the Healing Book, bahwasanya sebagian kehebatan dari al Quran adalah apa yang diistilahkan dengan terapi suara bacaan al Quran ternyata mampu menyembuhkan berbagai penyakit baik jasmani maupun rohani. Betapa pengaruh bacaan Alquran terhadap jasmani dan rohani.

Keempat, Membantu untuk orang lain. Membantu bagi yang membutuhkan merupakan prilaku sangat umum. Membantu sejatinya dapat berbentuk nonmateri maupun materi semisal dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah dan lainnya mulai dari yang bersifat wajib hingga sunnat.

Islam sangat menganjurkan menolong orang lain dengan berbagai jenis dan bentuknya. Misalnya adalah Zakat, ini ditegaskan dalam firman Allah : “Ambillah dari harta mereka shadaqah yang bisa membersihkan dan mensucikan mereka” (Q.S at Taubah 103)
Ayat di atas juga didukung hadis Rasullullah SAW cukup banyak menganjurkan untuk bershadahqah, bahkan kita ketahui bahwa Rasullullah adalah sebaik-baik dan seorang yang paling dermawan .

Dalam beberapa referensi dijelaskan bahwa banyak manfaat shadaqah dalam membawa ketenangan dan memberikan jalan keluar dari masalah – masalah yang kita hadapi termasuk menyembuh penyakit kita atau menghindarkan kita dari penyakit jasmani dan rohani, ini sudah dijadikan testimoni banyak pengarang buku juga penelitian – penelitian yang bukan hanya oleh orang muslim tapi non muslim.
Demikianlah begitu banyak orang takut akan penyakit yang menyerang kesehatannya.

Padahal jika kita mempelajari konsep ajaran islam penuh dengan beragam langkah yang dapat dan harus ditempuh untuk tetap dalam kesehatan yang merupakan modal dalam menjalani kehidupan. Memang benar kiranya apa yang disampaikan oleh para pakar bahwa jikalau seorang benar-benar mempraktekkan sistem kesehatan berdasarkan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW maka kita tidak memerluka konsep kesehatan manapun lagi.

*Penulis Adalah Dosen IAIN Takengon

Comments

comments