Kepada Anggota DPRA, Keluarga Korban Penganiaan di Nagan Raya Minta Pelaku Diproses Hukum

oleh

Banda Aceh – LintasGayo.co:  Anggota DPR Aceh asal Gayo Lues Rijaluddin, SH, MH., mengatakan, keluarga Sahidi, korban pengeroyokan di Desa Alue Mameh, Nagan Raya, akan menempuh jalur hukum terhadap pelaku penganiayaan.

“Keluarga Sahidi sudah bertekat menempuh jalur hukum. Mereka tidak bisa menerima perlakuan penganiayaan pada salah seorang keluarga mereka,” kata Rijaluddin

Rijal juga menyebut, pemicu yang paling mendasar keluarga sangat terenyeh dengan video yang beredar dengan kondisi luka-luka dan tuduhan sebagai penculik anak.

“Harusnya warga tidak menghakimi Sahidi, karena bisa diserahkan pada pihak berwajib,” kata Rijal.

Untuk keinginan keluarga korban itu, Rijal meminta kepada polisi serius menangani kasus tersebut, karena masalahnya sudah menjadi kecemasan di masyarakat.

“Kita minta pihak kepolisian agar segera memproses para pelaku,” katanya.

Namun begitu, kata Rijal, kepada keluarga juga sudah disampaikan agar kasus ini diselesaikan secara baik dan bermatabat, termasuk meminta pelaku meminta maaf secara adat.

“Tapi semua itu berpulang pada keluarga apakah menerima penyelesaian secara aat atau tetap lanjut ke proses hukum,” demikian Rijal.

Sahidi adalah warga Rebe, Tripe Jaya, Gayo Lues yang meninggalkan Rumah Sakit Jiwa di Banda Aceh. Sahidi diberi izin keluar kamar lantaran pasien dalam masa penyembuhan. Kabarya, Sahidi meninggalkan RSJ ke Mesjid Baiturrahman dan kemudian lupa jalan pulang. Pihak rumah sakit pun mencari dan menghubungi keluarga namun tidak diketahui keberdaannya. Korban diketahui berada di Nagan Raya setelah beredar di media sosial Video Sahidi dalam kondisi dianiaya dan dituduh akan menculik anak, sehingga warga menghakiminya.[]

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *