Inilah Gayo Keber Ari Gayo Sosial Budaya

Ketika Pemerintah Sudah Melenceng, Budayawan ; Nantin Tuahmu


Takengon-LintasGayo.co : Untuk cerdas dan cerdas dalam budaya Gayo harus memiliki syarat dalam pengamalan secara teologis dan filosofis, inilah yang disebut dengan peradaban. Pengungkapan kata dan kalimat dengan mengunakan majas sebagai sebagai bentuk dari sebuah kejengkelan dalam masyarakat Gayo selalu menggunakan kalimat dengan pengertian terbalik. Ini sebagai cermin norma budaya yang bernilai.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang budayawan Gayo, Dr. Joni MN dalam Seminar Nasional “Teater Dalam Komunikasi Seni Dan Budaya, Membangun Peradaban Mencerdaskan Bangsa” yang digelar oleh Komunitas Teater Reje Linge (Komtrel) Selasa, 23 Desember 2019 di Gedung Serba Guna Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah.

Lebih lanjut Pimpinan Yayasan Pendidikan Prima Takengon ini menjelaskan komunikasi teater dalam adat Gayo adalah apa yang bersumber dari aturan yang terkait dengan sumang opat, etika filosofis seperti terlis (Tertib Bermenjelis), salah bertegah benar berpapah. Teater menjadi media dalam menyampaikan dan mengkomunikasikan sehingga pesan adat diharapkan akan tersampaikan.

“Jika seseorang telah jengkel kepada orang lain atau pun kepada pemerintah orang Gayo akan berucap nantin tuahmu. Kalimat ini diungkapkan sebagai bentuk sikap kejengkelan karena sudah tidak berpihak kepada kebenaran dan kepentingan yang lebih hakiki,” jelasnya.

Sikap budaya lain yang kerap mendapat kalimat yang sama “nantin tuahmu” adalah ketika sifat dan perbuatan seseorang telah membuat keonaran atau hal lain yang menyalahi aturan norma agama dan norma sosial.

Jolok bengkon oya si kul li sesabi diri, time si kuih-kumah dabuh keliliken si munemah keber adalah sifat-sifat jelek yang kerap terjadi dalam masyarakat kita. Hipotesis hasil analisa pengamatan saya dalam seminar ini yakni, Komunikasi Seni Berteater dalam budaya Gayo Meliputi bentuk indirectness and non-Literal, (tidak langsung dan tidak Literal), euphemisme (halus), dan appreciating then downing (tep-onem),” papar Joni.

[AR]

Comments

comments