Hukum Keber Ari Gayo Terbaru

Tersulut Amarah ke Suami, Istri Kedua Tega Racuni 2 Anaknya lalu Bunuh Diri


TAKENGON-LintasGAYO.co : Akibat tersulut amarah lantaran sang suami tak mau tidur di rumah istri muda, sang istri muda nekat menghabisi nyawa dua anaknya dengan racun babi, untuk kemudian istri kedua melakukan bunuh diri dengan cara yang sama yakni meminum racun babi. Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis 28 November 2019.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Aceh Tengah melalui Kasat Reskrim, Iptu Agus Riwayanto Diputra, S.IK, lewat konferensi pers Jum’at, 29 November 2019.

Menurut Agus, kejadian ini terungkap setelah ada warga di Pulo Aceh, Kampung Atu Gogop, Kecamatan Kute Panang, berinisial I melaporkan ada yang membakar mobil miliknya. “Awalnya kasus ini kami terima adalah kebakaran mobil, setelah kami tiba dilokasi, kemudian kita menemukan mayat N yang merupakan istri kedua I tak jauh dari lokasi kebakaran,” terang Iptu Agus.

Dilanjutkan, N yang berstatus istri kedua dari I kemudian diketahui mempunyai anak berumur 1 tahun. N sendiri kata Agus lagi tinggal di Kampung Segene Balik, Kecamatan Kute Panang, tak jauh dari I dan istri pertamanya J tinggal.

“Dari hasil pengembangan, kemudian kita cek ke rumah N di Segene Balik, disitu kita menemukan anaknya yang masih berumur satu tahun meninggal dunia, dengan mulut berbusa,” ungkapnya.

Di dua TKP yang berbeda, Agus mengatakan pihanya menemukan beberapa barang bukti. Di Segene Balik, tim Reskrim Polres Aceh Tengah menemukan sebuah dot susu diminum oleh anaknya N yang sudah tercampur dengan racun babi. “Kemasan racun babi juga kita temukan di dapur,” katanya.

Dari hasil pengembangan kasus ini kata Agus lagi, setelah dilakukan visum, tidak ditemukan unsur kekerasan lainnya, dan kematian anak diduga kuat dibunuh oleh sang ibu dengan cara diracuni dan kemudian N murni bunuh diri dengan meminum racun.

“N juga dalam kondisi sedang mengandung anak keduanya, hal itu dikuatkan oleh keterangan dari sang suami,” terang Agus.

Agus menambahkan, dari lidik dari pihak yang berinteraksi dengan N termasuk suami, dapat disimpulkan bahwa N nekat melakukan aksinya tersebut lantaran tersulut amarah kepada sang suami.

“Jadi begini, status N sebagai istri kedua dari I. Sempat terjadi cek-cok antaranya keduanya, lantaran N meminta suaminya tidur di rumahnya, dan mengancam akan bunuh diri jika sang suami tidak datang pada malam harinya,” terang Agus.

“Namun sang suami tak menggubris ancaman tersebut, karena menurut I istri keduanya itu sering melakukan ancaman-ancaman seperti itu. Dan pada malam Rabu malam, N sempat menelpon I, untuk kemudian memintanya pulang, namun I kemudian memberikan HPnya kepada istri pertama, sempat juga kedua istri I ini adu mulut,” tambah Agus.

Dikatakan lagi, jenazah N kemudian dibawa keluarganya ke Beureunuen, Kabupaten Pidie untuk dimakamkan. “Jadi kasus ini sebenarnya adalah kasus pembunuhan anak, namun karena tersangkanya juga sudah meninggal, jadi kita tidak bisa teruskan,” tandasnya.

[Darmawan]

 

Comments

comments