Bage Sara Sagi Terbaru

Sepandai-Pandai Menyimpan Istri Muda, Akhirnya Tua Juga!


Oleh : Fauzan Azima*

Jatah umur manusia seperti sebatang rokok yang sudah disulut dengan mancis. Semakin dekat bara apinya ke bibir semakin berkurang jatah umurnya. Demikianlah perumpamaan manusia mengejar kematiannya.

Rata-rata usia harapan hidup “batang rokok” manusia Indonesia 71 tahun. Dengan demikian rumus sederhananya, angka 71 dikurangi umur kita sekarang, maka hasil selisihnya itulah sisa umur kita.

Begitupun jangan pernah berputus asa. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Tanamlah bibit pohon yang ada di tanganmu sekarang juga, meski besok kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya.”

Cerita kematian tetap aktual untuk dibahas, utamanya persiapan menjelang kuota hidup akan berakhir dengan melakukan skoring pahala dan dosa sejak akil baligh sampai detik ini. Sehingga kita bisa menentukan di mana tempat kita sesungguhnya; surga atau neraka.

Kalaulah kita malas membuat catatan, atau barang kali lupa dan terlalu banyak rapor merahnya, maka lakukanlah tindakan restart dengan segera tobat nasuha. Peringatan keras: dilarang mengulangi segala bentuk kesalahan lagi. Prinsifnya, selalu ada solusi dalam Islam, termasuk menghapus dosa.

Usia terbatas adalah keniscayaan. Tidak perlu bereksprimen dengan menambah istri lalu menyimpannya sebagai istri muda. Sebutannya memang abadi, tetapi orangnya akan tetap tua. Begitulah, sepandai-pandai menyimpan istri muda akan tetap tua juga. Hidup tidak sebecanda itu.

Hidup itu sederhana. Jangan dibuat ribet. Pusatkanlah fikiran pada satu titik, yakni titik kebahagiaan. Iya, kebahagiaan menjadi destinasi dari seluruh aktivitas kita. Percayalah, kebahagiaan akan mudah diraih semudah membalikan telapak tangan.

Aktifkan segera! Berapapun sisa umur kita untuk bahagia. Sebagian besar dari kita telah membangun tembok tebal dan tinggi untuk menahan serangan kebahagiaan terhadap dirinya. Kebahagiaan seperti anak panah memburu kita, tetapi kita menahannya dengan perisai baja.

Sesungguhnya kebahagiaan telah jatuh cinta kepada kita. Saatnya melamar dan menikahlah dengan kebahagiaan. Pinanglah “Siti kebahagiaan” dengan mas kawin “satu mayam fikiran”. Sah!

(Mendale, 10 November 2019)

Comments

comments