Keber Ari Gayo Sosial Budaya Terbaru

Tokoh ; Urang Gayo Kini Kehilangan “Tikon Bermata”


TAKENGON-LintasGAYO.co : Urang Gayo kini kehilangan tikon bermata (pedoman) terkhusus pedoman dalam memahami jati dirinya terutama sejarahnya.

Demikian disampikan salah seorsng tokoh Gayo yang kini menetap di Denmark, Yusra Habib Abdul Gani, beberapa waktu lalu.

Istilah tikon bermata kata Yusra Habib, saat ini sudah tidak lagi dikenal sebagai pedoman dalam memahami sejarah dan jati dirinya. Terlebih, hampir 90 persen generasi Gayo saat ini buta akan sejarah Gayo.

“Terutama dalam memahami sejarah. Kurangnya referensi, membuat generasi saat ini buta akan sejarah nenek moyangnya. Padahal ini penting dalam membangun peradaban Gayo di masa yang akan datang,” katanya.

Untuk itu, kehadiran dua buku bertajuk sejarah Gayo, pertama Gayo dan Kerajaan Linge dan Maschaussee di Gayo Lues 1904, setidaknya bisa menjadi referensi sejarah yang nantinya bisa dikembangkan lagi oleh generasi Gayo saat ini.

“Dalam buku Gayo dan Kerajaan Linge, titik fokusnya hanya membantah buku karya seorang doktor lewat buku ensiklopedia suku-suku di Indonesia yang menyebut Gayo berarti penakut. Namun, kajian sejarah dalam buku ini bisa dikembangkan menjadi lebih dari 30 buku lainnya,” demikian Yusra Habib Abdul Gani.

[Darmawan Masri]

Comments

comments