Sastra Terbaru

[Puisi] Mustiar AR


[Puisi] Mustiar AR

Kasih Puisi

Siul angin sore itu
Dalam gerai rambut kecoklatan
Angin sore di kota kecilmu
Idzin diri menyapa pantai

Wahai Meulaboh
Izinkan aku sematkan cinta
Di pintu kota juang ini

Gp. Drien Rampak,10.06.2019

Isyarat-Nya

Degup ombak pantai Lhok aroun
Adalah isyarat luka
Tanoh Indatu
Tanah syuhada tsunami
Seperti lagu miris tanah pesisir
Erangnya menyesakan dada

Ketika aku berdiri disini
Kuusap dadamu
Ada parut menganga

Desa pasir, 2014

Mustiar AR, penyair kelahiran Meulaboh 15 April 1967 ini menamatkan sekolahnya di Aliyah Negeri 1 Meulaboh. Karya pertama termuat pada media SKM Taruna Baru, Medan dengan judul ‘Kutambat Kapal Di Dermagamu’ tahun 1987,dan berturun turun puisinya dimuat pada Buletin baik di daerah mau pun di tingkat nasional dan internasional.

Disamping itu karya Mustiar Ar,yang akrab disapa Oneh Kurnia Arafat ini kerap diterbitkan bersama Antologi puisi Seulawah, Sekilas Pintas, Nuansa Dari Pantai Barat Aceh, Putro Pahang, Ziarah Ombak, Eklopedi Aceh, Adat Hikayat dan Sastra Aceh 2008, Antologi Puisi Hitam Putih adalah karya puisi tunggal Mustiar Ar, masih berbentuk stensil yang di edit oleh Haji Teuku Ahmad Dadek,1982 namun buku puisi hilang dalam pusaran Tsunami yang melanda Aceh dan Nias tahun 2004.

Mustiar Ar sempat dianggap satu sastrawan Aceh yang hilang di kejadian tersebut. Selain menulis puisi juga berkutat dalam teater kolosal tahun 1995 di event “Adat Perkawinan Aceh Barat dan Tewasnya Teuku Umar”. Puisi ku adalah Hidupku, itulah kalimat yang terucap pada sela sela kesibukannya sebagai juru parkir di Negeri Meulaboh (onenmbo@gmail.com).[SY]

Comments

comments