Hukum Keber Ari Gayo Lingkungan Terbaru

Terjebak Euforia Masa Kejayaan Linge, Aktivis : Kita Lupa Sebentar Lagi Gayo Hilang Akibat Tambang


TAKENGON-LintasGAYO.co : Aktivis Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko), Maharadi mengatakan saat ini kebanyakan dari urang Gayo baik itu akademisi, cendikiawan dan lainnya telah terjebak dalam sejarah kebesaran Kerajaan Linge dimasa lalu.

“Kita selalu euforia dengan cerita-cerita Kejayaan Kerajaan Linge yang semua masyarakat Gayo sepakat akan kejayaannya dimasa lalu, hingga Sultan Aceh pertama juga berasal dari Linge,” kata Maharadi saat diskusi dan bedah buku Gayo dan Kerajaan Linge beberapa waktu lalu di tepian Danau Lut Tawar.

Sangking euforianya, kebanyakan lupa bahwa sebentar lagi daerah Linge yang selama ini dibangga-banggakan akan punah dan hilang dari peredaran. Dan sejarah perabadan Gayo juga akan hilang.

“Disana akan ada penambangan emas. Jika dilihat dari luas wilayah yang akan diekploitasi, maka Buntul Linge yang menjadi makam Reje Linge juga akan dikeruk sebagai tambang. Saya sudah 3 bulan ini mengadvokasi soal tambang ini bersama kawan-kawan,” tegas Maharadi.

Maharadi mengaku kecewa, setiap diskusi dan seminar-seminar tentang Linge, hanya membahas hal-hal yang membanggakan daerah tersebut. Namun lupa untuk menjaganya.

Diskusi Buku Gayo dan Kerajaan Linge. [Darmawan]
“Saya selalu ikuti diskusi-diskusi dan seminar tentang Linge, tidak ada yang menyentuh kepada penyelamatannya. Selalu dibilang, Gayo akan punah, kebesaran Pemerintahan saat Reje Linge berkuasa menjadi obat penenang yang selalu disampaikan kepada generasi. Tapi kita lupa, sebentar lagi tanah Linge akan dijajah oleh pengusaha tambang. Kenapa kita selalu terjebak dalam euforia masa lalu, kemana hati kita untuk menjaganya,” keluhnya.

Ditambahkan, jika penambangan di Linge terjadi, bukan hanya sejarah yang hilang, namun juga komoditi andalan negeri ini juga terancam punah.

“Kopi yang kita bangga-banggakan selama ini perlahan juga akan menjadi kenangan, tingginya kerusakan lingkungan oleh tambang akan merakibat fatal bagi kopi Gayo,” demikian Maharadi.

[Darmawan Masri]

Comments

comments