Buku Inilah Gayo Keber Ari Gayo Sosial Budaya Terbaru

Buku Gayo dan Kerajaan Linge Membantah Isi Buku Ensiklopedi Suku-Suku Bangsa di Indonesia


TAKENGON-LintasGAYO.co : Penulis buku Gayo Kerajaan Linge, Yusra Habib Abdul Gani menegaskan bahwa apa yang disebutkan dalam buku ensiklopedi suku-suku bangsa di Indonesia karya Dr. Zulyani Hidayah yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang makna suku Gayo adalah salah besar.

“Dalam buku itu disebutkan Gayo berarti Kaye (orang penakut), dan buku ini menjadi rujukan bagi Perguruan Tinggi dan siswa diseluruh Indonesia. Jadi buku ini membantah tulisan itu lewat kajian ilmiah,” tegas Yusra Habib saat bedah buku Gayo dan Kerajaan Linge di kawasan Bebuli, tepian Danau Lut Tawar, Minggu 7 Juli 2019.

Menurut Yusra, sebutan Gayo dalam buku karya Dr. Zulyani tersebut adalah sesat. Dan ternyata Dr. Zulyani merujuk sumber utama dari buku yang ditulis oleh pakar sejarah Aceh pesisir M. Zainuddin dan Prof Ali Hasjimi.

Dilanjutkan, buku Gayo dan Kerajaan Linge ini juga membahas banyak hal, untuk kemudian diwariskan kepada generasi Gayo saat ini untuk ditulis kembali.

“Saya kira isi buku ini jika dibaca berulang, akan ada 20 sampai 30 judul lagi yang bisa ditulis. Namun, dalam buku ini saya hanya mengambil titik fokus dari sejarah nenek moyang urang Gayo yang ditemukan di Ceruk Mendale serta nenek moyang urang Gayo yang datang ke Buntul Linge,” katanya.

Yusra menambahkan, dalam buku ini juga memuat hasil penelitian berupa wawancara terhadap 400 siswa SMA tentang Gayo dan Sejarah Gayo.

“Disini terkuak bahwa hampir 90 persen dari 400 siswa tersebut tidak mengetahui sejarah Gayo. Ini sangat miris, generasi ini yang akan memimpin Gayo dimasa mendatang, namun mereka-mereka itu sangat buta akan sejarahnya,” demikian Yusra Habib.

[Darmawan Masri]

Comments

comments