Sastra Terbaru

[Puisi] Tambo


[Puisi] TAMBO
Oleh : Zab Bransah*

Lama sudah kerinduanku padanya untuk diperdengarkan kembali
Suara yang tak terdengar lagi adalah nyanyian subuh untuk membangunkan kita
Suara yang memberitahukan bahwa sanya ada yang perlu diperbincangkan
Suara yang berbentuk reklame untuk petani
Untuk nelayan
Untuk siapapun yang melintas pastikan suara itu bagi siapapun
Untuk kita besok ada pengabdian untuknya
Untuk kita petang tiba
Untuk kita janji akan datang bagi yang ingin kembali
Untuk kita dan semua orang mendengarnya
Tapi,
Tambo sudah asing bagiku kini
Tambo sudah jauh dari pendengaranku
Tambo sudah menghilang dari penglihatanku
Tambo sudah pergi kurindu kapan kembali
Oh, tambo—tambo-= tambo- hana lee geupeh*
Oh tamboku ,
Dimana suaramu yang dulu semua orang dengar
Dimana sekarang taukah sudah dibawa pergi
Malangnya tamboku, nasipmu kini.
Oh, zulia sayangnya kumu tak lagi mendengar suara tambo

Langsa, April 2011

Zab Bransah, lahir di Pidie pada tanggal 6 Juli 1964. Ia adalah salah seorang alumni dari Pascasarjana FKIP Universitas Syiahkuala Banda Aceh. Kini tinggal dan mengabdi di kota Langsa.[SY]

Comments

comments