Sastra Terbaru

Dari Cetak Dede Sampai ke Liang Lahat

Oleh : Fauzan Azima*

Sebelum matahari terbenam, dalam waktu 2,5 jam, Ibu PLT Gubernur Aceh, Dr. Dyah Erti Idawati, MT bersama Kadissos Aceh, Drs. Alhudri, MM beserta jajaran dari Banda Aceh telah sampai di lokasi korban angin puting beliung (26/6) di Kabupaten Bireuen.

Setelah memberikan bantuan satu truck berupa bahan sandang, pangan dan papan, matahari belum terbenam “Ibu Dyah” langsung melanjutkan perjalanan ke Langsa, sementara “Kadissos and the genk” kembali ke Banda Aceh, kerja lembur menyusun e-komponen tahun 2020.

Beberapa acara terpaksa diwakilkan, Kadissos hanya mengikuti acara “Meredam radikalisme” (27/6) di Mapolda Aceh, setelah itu rombongan Kadissos berangkat lagi ke Calang, Aceh Jaya bertemu dengan Bupati Teungku Irfan TB beserta jajaran membahas acara puncak “Baksos Tagana” yang akan dilaksanakan di lapangan Memorial Tsunami di Kota Calang.

Setelah shalat maghrib rombongan Dinsos dibagi dua; Kadissos dan beberapa Kabid dan Kasie kembali ke Banda Aceh untuk kerja lembur kembali penyusunan e-komponen yang sudah mendapat peringatan langsung dari Ketua P2K, “Pak Taqwa,” sedangkan “satu grup” lagi pimpinan Kang Yayan tinggal untuk melakukan assesmen dalam rangka “Akselerasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal” di Kampung Bintah, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

Hasil assesmen di Kampung Bintah dituangkan dalam rundown acara kunjungan PLT Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT pada (16/7), serta sebelumnya juga masih dalam acara dinsos bersama PLT Gubernur pada (15/7) peletakan batu pertama bantuan rumah di Sikundo, Aceh Barat.

Hampir tidak ada waktu berleha-leha “bekerja” di Dinsos Aceh, yang secara umum tugasnya adalah pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana; baik bencana alam maupun bencana sosial. Tegasnya, dari masalah “Cetak dede” sampai ke liang lahat menjadi urusan Dinsos, yang tentu saja goalnya adalah pengentasan kemiskinan.

Beruntung Dinas Sosial tidak bekerja sendiri dalam mengatasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), ada Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) itu tidak hanya lembaga-lembaga, tetapi juga potensi dalam bentuk perorangan, antara lain; seperti TKSK, PSM, Tagana, Pelopor Perdamaian, Pendamping PKH, Pendamping disabilitas, Pendamping EP-KUBE, Pendamping Lansia, Sakti Peksos dan Peksos Adiksi. Sedangkan dalam bentuk organisasi atau Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) antara lain; WKSBM, Karang Taruna, Puspelkessos, IPWL dan Forum CSR.

Banyaknya agenda dan kegiatan Dinsos Aceh, hari ini dan masa yang akan datang, tentu saja harus dipimpin oleh orang-orang yang hebat dalam segala hal; tidak saja mampu sebagai manajer, tetapi juga pandai mengelola perasaan orang-orang yang bekerja di lingkungannya.

(Mendale, 29 Juni 2019)

Comments

comments