Sara Sagi Terbaru

[Bag.5] Bupati Shabela Tak Sampai ke Batas ; Kuur Semangat


Oleh : Fauzan Azima*

Kesahuri
Kedue ketuben
Ketige tali puset
Ke-empat tali tembuni
Mari roh semangat
Ini aku abangmu

Inilah salah satu mantra amanat nenek moyang kita dulu ketika anak-anaknya lemah semangatnya akibat serangan ilmu hitam dan gangguan jin.

Kaifiat atau tata cara penggunaan mantra tersebut, yaitu dibacakan pada jari-jari tangan yang mengepal “selensung” atau daun sirih yang dibentuk seperti kerucut yang sudah diisi dengan pinang, gambir, kapur, cengkeh, dan “konyel.”

Setelah membaca mantra, tiuplah dengan khusuk sambil mengucap pelan “kuuur semangat!”. Kalau untuk laki-laki baris terakhir diganti dengan kalimat “Ini aku abangmu,” kalau untuk perempuan diganti dengan kalimat “Ini aku akamu.” Kemudian makanlah “selensung” itu sampai tidak ada yang tersisa.

Sedangkan untuk anak-anak yang belum bisa “mangas” atau “nyirih” maka kepalan tangan laksana pipa penyambung ditempelkan pada ubun-ubunnya si anak. Setelah membaca mantra “Si ayah” mengusap kepala si anak dan membaca kalimat terakhir “Ini abangmu” kalau ia laki-laki, kalau anak perempuan maka kalimatnya “Ini akamu.”

Orang-orang yang sudah meninggalkan karakter aslinya, lemah, kurang ceria, kurang kreatif, terganggu jiwanya dipastikan semangatnya telah pergi melanglang buana dan harus dipanggil kembali.

Saya pastikan juga dari gejalanya bahwa Bupati Shabela-pun semangatnya telah pergi. Hal tersebut wajar karena rivalnya yang bertarung pada pilkada lalu tidak terlepas dari praktek perdukunan untuk mengalahkan lawannya.

Ditambah lagi pada saat memimpin; kepala dinas, kabid dan kasie dan kabag tidak ingin bergeser dari kedudukannya, bahkan ingin jabatan lebih, tentu banyak cara yang dilakukan, dipastikan pergi ke orang pinter, dukun, membaca mantra-mantra atau membawa benda bertuah berisi khodam, tentu ini adalah serangan ghaib yang membuat Bupati Shabela menjadi linglung dan amnesia terhadap orang yang berjasa kepada dirinya dan lupa terhadap visi misinya.

Sebagai sahabat dan keluarga, kami hanya bisa menyarankan agar sering-sering membaca mantra dengan memperhatikan dengan cara seksama kaifiatnya untuk mengembalikan “Semangat Bang Shabela” agar “On the track” atau kembali ke relnya dalam memimpin Aceh Tengah.

(Mendale, 18 Juni 2019)

Baca :

[Bag.1] Bupati Shabela Tak Sampai Ke Batas ; Do’a Hampir Sampai Ke Langit Ke-7

[Bag.2] Bupati Shabela Tak Sampai Ke Batas : Malang Nian Nasib Kucing Angora

[Bag.3] Bupati Shabela Tak Sampai Ke Batas : Bersedekah Kepada Syetan

[Bag.4] Bupati Shabela Tak Sampai Ke Batas ; Dendam Anjing Kepada Rusa

Comments

comments