Sara Sagi Terbaru

Ibu….!!!


Oleh : Fauzan Azima*

IBU

Aku duduk dalam kanang kanung ibu
Tiada panas menghampiriku
Tiada hujan membasahiku
Tiada lapar pada diriku
Bersama mu ibu

“Kata kuncinya adalah ibu,” kata Letjen TNI Doni Monardo ketika bernegosiasi untuk membebaskan juru kamera RCTI, Fery Santoro yang disandera sejak 1 Juli 2003 oleh GAM Wilayah Peureulak di bawah Dan Ops, Teungku Ishak Daud.

“Ishak Daud itu orangnya sangat keras. Tidak ada ruang negosiasi baginya. Sampai saya menemukan formula, yaitu pendekatan lewat ibu,” lebih lanjut kata Kepala BPBA Pusat, Doni Monardo yang mengenyam pendidikan SMP-nya di Banda Aceh.

Ibunda Teungku Ishak Daud, Ibu Nuriyah adalah jembatan bagi Doni Monardo. Memang tidak mungkin Ibu Nuriyah menghentikan perjuangan anaknya untuk Bangsa Aceh, tetapi ada akhlak yang harus dijunjung tinggi meskipun dalam perang. Itulah pesan yang selalu diingatkan kepada Teungku Ishak Daud yang membuat hatinya lunak dan membebaskan Feri Santoro.

Pada kasus lain, ketika Aswin Manaf diminta oleh Wapres Jusuf Kalla menyampaikan surat tawaran damai kepada adik kandungnya, Muallim Muzakkir Manaf yang merupakan Panglima GAM, akhirnya menyerahkan surat tersebut kepada Doni Monardo karena sudah sebulan lebih tidak bisa berkomunikasi dengan Muallim Muzakkir Manaf.

Doni Monardo mencari cara untuk menyampaikan surat Wapres Yusuf Kalla tersebut. Berdasarkan feeling beliau bahwa Muallim Muzakkir Manaf berada di wilayah tengah, tetapi pimpinannya TNI tidak percaya sama sekali. Tetapi beliau tetap yakin bahwa Muallim ada di wilayah tengah bersama Panglima GAM Wilayah Linge, Fauzan Azima.

Pada waktu itu, Ibunda Fauzan Azima, Ibu Rusmawati binti Lahat sedang diintograsi di Kodim 0106 Aceh Tengah karena menerima transfer sejumlah dana dari seseorang untuk disampaikan kepada Muallim Muzakkir Manaf. Sejak peristiwa itu, Doni Monardo menjadi jaminan kebebasan Ibu Rusmawati yang pada saat itu sebagai Kepala SD Simpang Bahgie, Kecamatan Bandar, Bener Meriah.

Doni Monardo hanya meminta satu hal kepada Ibu Rusmawati, yakni agar memberikan surat Wapres Jusuf Kalla yang dititipkan oleh Aswin Manaf kepadanya dan hendaknya diteruskan kepada Fauzan Azima yang kuat menurut dugaannya sedang bersama Muallim Muzakkir Manaf.

Seperti Ibu Nuriyah, Ibu Rusmawati tidak akan pernah menghalangi perjuangan anaknya, tetapi niat baik seseorang harus dihargai, bukan dengan menyerahkan diri atau turun gunung, tetapi kalau sanggup membawa amanah, maka jagalah amanah itu. Sebulan lebih juga surat tersebut sampai kepada Fauzan Azima yang sedang berada di Wilayah Bateilek.

Walaupun Fauzan Azima sudah berpisah dengan Muallim Muzakkir Manaf, tetapi seluruh pesan isi surat tersebut sempat dibacakan Fauzan Azima bersama Wakil Panglima Wilayah Linge, Teungku Halidin Gayo kepada Muallim Muzakkir Manaf. Adapun point-point Surat Wapres Jusuf Kalla tersebut dari segi ekonomi dan pembangunan Aceh lebih kuat dari MoU Hiksinky sendiri.

Kini Aceh telah damai! Terima kasih kepada Ibu Nuriyah, Ibu Rusmawati binti Lahat dan ibu-ibu yang selalu berharap dan berdo’a untuk keselamatan anak-anaknya yang berjuang untuk Aceh. Kami tidak bisa membalas kebaikan yang engkau tumpahkan kepada kami. Maafkan kami Ibu.

(Mendale, 16 Juni 2019)

Comments

comments