Hukum Keber Ari Ranto Terbaru

Ikamapa Gayo Jakarta Diskusi Tambang Linge


JAKARTA-LintasGAYO.co : Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (Ikamapa) Gayo dan pemuda Gayo Jabodetabek melakukan kegiatan diskusi dan silaturahmi akademik di Asrama Lut Tawar, Menteng Jakarta, Jum’at 12 April 2019.

Diskusi yang bertemakan pembangunan tambang merusak wilayah masyarakat di pandu oleh mahasiswa Gayo di Jakarta, Saputra Rantona dan pembicara dari Divisi Kampanye Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Melky Nahar dan pakar hukum lingkungan Quadi Azham.

Melky saat memberikan materinya mengatakan setiap bentuk pertambangan sudah pasti merusak lingkungan. “Tidak akan ada upaya menjaga lingkungan pada setiap izin perusahaan yang dikeluarkan Pemerintah,” ujarnya.

Ditambahkan lagi, iming-iming pekerjaan lokal dan ekonomi rakyat diseputara wilayah tambang adalah cara perusahaan untuk mendapatkan izin utk  beroperasi diwilayah masyarakat tersebut.

Sementara itu, pakar hukum lingkungan  Quadi Azham menyatakan bahwa perusahaan dan Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Tengah harus membuka ruang publik dalam proses izin perusahaan. Sehingga publik tahu, terkait izin dan proses produksi perusahaan PT Linge Mineral Resources.

“Dari sisi partisipasi kita harus dorong, karena wilayah ini adalah wilayah rakyat Linge, kita harus mampu melakukan advokasi kepada rakyat. Supaya rakyat Linge tahu apakah ada keuntungan perusahaan tambang biji emas atau tidak,” terangnya.

Acara diskusi tersebut menghasilkan beberapa tuntutan diantaranya :

  1. Menolak tambang emas yang ada di Aceh demi menjaga tanah Aceh yang Mulia.
  2. Mengajak masyarakat dan Pemerintah Aceh untuk mengawal tanah Aceh dari ancaman pertambangan.
  3. Memastikan emas-emas diatas tanah Aceh yang ada di Aceh; Kopi, pala, Palawija, Padi dan tanaman lainnya lebih dimanfaatkan dan dimaksimalkan dari pada emas.

[SP]

Comments

comments