Opini Tafakkur Terbaru

Tsunami Permisifisme – Liberalisme


Oleh : Melia Anisa Sa’diyah*

Now..now..now..tepat hari ini, gelombang besar itu tampak dari kejauhan. Gelombang yang akan menyeret remaja tenggelam ke dasar laut yang gelap. Cahaya-cahaya tertutup oleh derasnya arus hingga membuat buta remaja. Terombang-ambing tanpa bisa menyelamatkan diri. Mereka terlanjur keseret jauh dari tempat yang seharusnya ia pijak. Itulah gelombang permisifisme-liberalisme.

Sejak hukum syara’ diabaikan bahkan tidak lagi diterapkan ditengah-tengah umat oleh penguasa, banyak remaja terseret permisifisme-liberalisme. Sebuah paham yang menjunjung serba boleh/suka-suka gue dan serba bebas. Remaja boleh dan bebas memilih apa yang ingin mereka kerjakan tanpa terikat lagi kepada hukum syara’. Apakah sesuai ataukah melanggar hukum syara’ itu tak menjadi perkara penting. Yang terpenting adalah mereka bebas berekspresi sehingga mampu melejitkan potensi dirinya di kehidupan. Atau bahasa lainnya, ‘suka-suka merekalah mau ngapain’.

Paham permisifisme-liberalisme muncul dari ajaran kaum barat. Dan banyak menjerat remaja. Memutus harapan masa depan menjadi kelam. Akibatnya, apa yang saat ini remaja perbuat sungguh memilukan. Budaya zina yang jelas syara’ larang malah gencar mereka lakukan, bahkan mereka bangga. Sebut saja pacaran. Budaya ini, kini menjadi hal yang sangat biasa di hadapan masyarakat. Bahkan ada tipe orangtua yang khawatir jika anaknya tak kunjung mendapat pacar. Sementara anak-anak yang lain telah berboncengan dengan pasangannya. Ada juga tipe orangtua yang membiarkan anaknya pacaran demi kesenangan dan kebahagiaan anak. Belum lagi tipe anak yang ternyata ‘backstreet’ diam-diam curi pandang. ‘Clingak clinguk’ memantau kanan kiri. Jika kondisi aman, kabur. Bahkan ada yang mendapat ucapan selamat dan traktiran dari teman se genknya karena telah ‘jadian’ dengan si doi. Subhanallah, ini zina kok malah dapat selamat dan traktiran? Hmm

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS.Al Israa : 32)

Setiap zina berawal dari yang namanya pacaran. Meskipun pacaran tak selalu berakhir dengan zina. Lantas bukan berarti boleh pacaran berslogan ‘syari’. Karena tak ada pacaran syari guys. Mewaspadai zina dengan anti pacaran itulah yang harus dilakukan remaja muslim.

Guys, perlu diketahui bahwa pemikiran suka-suka gue ini sangat berbahaya bagi masa depan. Sebagai muslim kita punya landasan dalam beraktivitas. Tidak ada aturan suka-suka gue di dalam Islam. Karena pada dasarnya seluruh perbuatan itu terikat kepada hukum syara’. Dan karena kita telah memilih Islam sebagai jalan hidup. Jika membuat aturan suka-suka gue tentu ini melangkahi hukum syara’, hukum buatan Allah. Hukum yang tidak ada cacat didalamnya. Hukum yang akan menentramkan bagi pemeluk dan pelaksananya. Artinya kita ragu terhadap hukum Allah yang terjamin kebenarannya. Padahal firman Allah SWT,

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 2)

Guys, Ketahuilah Valentine’s Day Bukan Ajaran Islam

Hari ini entah berapa coklat dan bunga ludes terjual. Demi berbagi dengan si doi berlabel ‘I love you’. Duh guys, jangan percaya label itu yang hanya diungkapkan sekali dalam setahun. 1 : 365 hari, artinya itu hanya sayang semu semata. Tentu kita akan rugi. Jangan sampai menjadi habis manis sepah dibuang.

Valentine’s Day muncul dari peradaban barat yang berbeda aqidah dengan kita. Sebagai muslim tak perlu merasa heboh dan sibuk persiapkan ini itu. Toh itu perayaan umat lain. Cukup menghargai saja tanpa merayakan.

Karena sejatinya, Islam telah menyediakan cara halal untuk mengungkapkan rasa cinta-sayang. Bukan hanya sekali dalam setahun guys tapi setiap hari. Jika diungkapkan maka bertambahlah berkah keduanya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An Nisa : 1)

So guys, Valentine’s Day bukan termasuk ajaran Islam. Dia bagian dari propaganda barat untuk menghancurkan generasi muslim melalui permisifisme-liberalisme. Jika remaja melahap paham ini maka tertawalah kaum-kaum yang anti Islam. Mereka menang. Oleh karena itu, jadilah remaja muslim pertama yang menolak bahkan anti dengan perayaan ini. Tidak ikut-ikutan budaya barat adalah cermin remaja T O P B A N G E T T ! ! Yang layak Surga-Nya.

Wallahu a’lam

*Aktivis Muslimah Peduli Remaja, tinggal di Bener Meriah

Comments

comments