Ekonomi Kopi Gayo Terbaru

“Simbiosis Mutualisme”, Tahmid Inisiasi Brand Kopi dengan Nama Kampus


Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah adalah salah satu daerah penghasil biji kopi terbaik dan kualitas cita rasa kopi negeri atas awan ini tak perlu diragukan lagi, luas lahan kebun kopi di dataran tanah tinggi Gayo mencapai 1200.000 hektare dengan produksi kopi 200.000 ton pertahun sehingga tidak heran mayoritas masyarakat di daerah ini berprofesi sebagai petani kopi walaupun telah berstatus PNS tapi kebun kopi tetap nomor satu di hati karena ara kupi ara cerite, gere ara kupi gere ara cerite (ada kopi ada cerita, tidak ada kopi tidak ada cerita).

Kopi menjadi komoditi utama dalam ekonomi masyarakat, dengan biji kopi terbaik maka kopi Gayo pun banyak diekspor ke luar negeri ditambah lagi dengan cita rasanya yang khas sehingga banyak diminati oleh penikmat, pecandu dan penggila kopi.

Terkait hal ini, tentu memiliki prospek yang bagus dalam membangun bisnis kopi di era kontemporer yang serba maju. Dengan berjalannya, bisnis kopi telah menggeliat hingga merambah kalangan anak muda dan mahasiswa.

Khusus bagi mahasiswa agribisnis dan pertanian, memiliki nilai plus dalam membangun bisnis kopi karena berpeluang besar untuk berkembang; dengan modal ilmu yang dipelajari bisa diterapkan langsung dalam lapangan dengan mengolah hasil pertanian kopi dan menjadikannya sebagai produk bisnis yang menggiurkan. Sebagai agen of change (agen perubahan) mahasiswa dapat membawa pengaruh kepada lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan ekonomi, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan kampus.

Tahmid Karnako, mahasiswa asal Bale Atu, Bener Meriah, yang juga mahasiswa Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe. Tahmid mencoba menggeluti bisnis kopi dengan menggandeng kampusnya sebagai ‘brand produk’ kemasan untuk dipasarkan.

Melalui idenya ini, Fakultas Pertanian Unimal berperan dalam mendistribusikan kopi Gayo yang diproduksi oleh Ara Kopi milik Hendrika Fauzi yang berada di Jln. Lebe Kader, Bireuen-Tekengon.

Produk kopi dengan brand Fakultas pertanian Unimal

Brand produk dengan nama kampus jarang ditemukan, oleh karena itu Tahmid berinisiatif menggandeng nama kampusnya sebagai brand dengan tujuan mengenalkan nama Fakultas Pertanian Unimal kepada masyarakat luas bersamaan dengan nama kopi arabika Gayo (Ara Kopi).

Menarik untuk dicermati bahwa Tahmid mengkolaborasikan antara bisnis dan akademik dalam satu paket, di sini Ara Kopi selaku produksi kopi dalam kemasan dan Fakultas Pertanian Unimal sebagai agen Distribusi.

Selain bertujuan memperkenalkan dan mengembangkan nama Fakultas Pertanian Unimal, juga bertujuan melatih kemampuan mahasiswa lainnya dalam melakukan kegiatan wirausaha dengan memanfaatkan pengolahan hasil pertanian masyarakat. Kegiatan ini telah berlangsung sejak November 2018 dan atas kerjasamanya hasil produk tersebut telah dikirim ke berbagai provinsi, seperti provinsi Sumatera Utara, Riau, Palembang, Jakarta dan Bandung.

Tahapan dalam proses ini mendapat langkah positif, mulai dari memajukan nama Fakultas Pertanian Unimal hingga kegiatan mahasiswa sebagai wirausahawan muda dan tentunya mandapatkan penghasilan yang bisa meringankan ekonomi dalam kacamata mahasiswa.

Tahmid berharap, bagi mahasiswa dan secara khusus mahasiswa yang berasal dari tanah Gayo; selain belajar di kampus kiranya dapat melatih jiwa interprenuer dalam diri. Berkreasi dan memanfaatkan hasil pertanian untuk dijadikan sebagai produk sehingga bisa dipasarkan kepada dunia. Tidak hanya itu kata Tahmid, kegiatan ini bisa membantu dalam meringankan beban orang tua dan mengantisipasi pengangguran setelah fase perkuliahan.

Kapasitas yang dimiliki oleh Fakultas Pertanian Unimal adalah sebagai pendukung penuh dalam melakukan kegiatan pendistribusian kopi dari Ara Kopi kepada mahasiswa yang berminat menikmati kopi tersebut, ada juga mahasiswa yang menyalurkan kopi Gayo tersebut ke cafe-cafe diseputaran Lhokseumawe sehingga hal tersebut dapat memacu perubahan positif terhadap mahasiswa yang ingin belajar berbisnis.

Peran mahasiswa adalah sebagai pendistributor sehingga mahasiswa dapat berperan aktif dalam melakukan kegiatan di dalam maupun di luar kampus.

Dalam melakukan sistem penjualan, Tahmid tidak hanya melibatkan mahasiswa Unimal saja namun juga mengajak beberapa mahasiswa yang berasal dari universitas lain yang berada diseputaran kota Lhokseumawe maupun di luar kota Lhokseumawe.

Kegiatan ini, dihandle penuh oleh Tahmid sendiri dan sebagai pendistributor yang menghandle banyak mahasiswa yang ikut bergabung dalam bisnis kopi Gayo tersebut.

Selain memperkenalkan kampus lewat hasil pertanian yang dilakukan oleh Tahmid di atas, juga memajukan daerah.

Peran mahasiswa dan terlebih khusus lagi mahasiswa pertanian sangat diperlukan dalam mengolah hasil pertanian dengan menjadikanya sebuah produk yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas serta dapat membuka peluang lapangan pekerjaan.

Akhir dari kisah Tahmid ini, semoga menjadi inspirasi bagi kita semua. Sebagaimana yang dikatakan oleh Johan Wolfgang von Goethe “Kalau kamu ingin menciptakan sesuatu, kamu harus melakukan sesuatu”. [Husaini]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *