Keber Ari Ranto Sara Sagi Terbaru

Irvan, Penangkar Bibit Pala Bersertifikat


Catatan : Fajri Bugak

Pala menjadi salah satu komoditas unggulan di Aceh. Tanaman dengan nama latin Myristica fragrant Houtt ini merupakan tanaman bernilai ekonomis dan multiguna. Setiap bagian tanaman, mulai dari daging, biji, hingga tempurung pala dapat dimanfaatkan untuk industri makanan, minuman maupun kosmetika.

Melihat peluang besar dari tumbuhan yang banyak terdapat di Aceh Selatan ini, Irvan Basri (50 thn) memanfaatkannya dengan budidaya pohon pala.

Usaha warga Gampong Lueng Daneun Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen ini telah dimulai sejak tahun 2007 ketika ia memutuskan menikahi gadis asal Bugak Punjot.  Ia mendirikan rumah di Gampong Lueng Daneun. Dari sanalah ia mulai mengkarkan bibit pala di lahan kosong di dekat rumahnya.

Berbekal ilmu yang telah ditekuninya sejak 2002 ketika menjadi pekerja di tanah kelahirannya, Aceh Selatan. Kini Irvan menjadi salah satu pemasok bibit pala pada Usaha Dagang (UD) Karya Mandiri yang telah diakui pemerintah berdasarkan SK Meteri Pertanian no 105/KPTS/KB.020/12/2006 dengan alamat penangkar di tiga lokasi yaitu Bireuen, Banda Aceh dan Tapaktuan Aceh Selatan.

Bibit yang ditangkarkan Irvan bukan bibit sembarangan. Pasalnya bibit palanya telah mendapat sertifikasi mutu benih dan sertifikasi siap salur yang dikeluarkan oleh UPTD Balee Benih Perkebunan Provinsi Aceh.

Tidak hanya itu, kehadiran usaha pembibitan pala ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di Gampong Lueng Daneun. Kini ia telah memperkerjakan 15 orang yang didominasi oleh ibu-ibu.

“Pekerjaannya cukup mudah, hanya memasukkan bibit pala ke dalam polybag, Meski tidak digaji terlalu besar, yang penting usaha ini dirasakan manfaatnya oleh penduduk sekitar,” kata Irvan.

UD Karya Mandiri milik Irvan Basri menyediakan berbagai benih pala diantaranya benih pala asal biji dan pala sambung pucuk.

Harga perbibit tergantung ukuran, untuk bibit dengan panjang 34-40 cm Irvan mematok harga Rp8.000 perbatang. Untuk ukuran 80-150 cm Rp.20.000 perbatang. Sedangkan untuk jenis pala sambung pucuk harga jual perbatang mencapai Rp.45.000 perbatang.

“Pala sambung pucuk ini masa panenya lebih cepat dua tahun daripada pala asal biji,” kata Irvan sambil memperlihatkan kedua bibit pala itu.

Irvan Basri yang sudah sukses di bagian penangkar benih pala menaruh harapan besar kepada Bupati Bireuen H.Saifannur dan Gubernur Aceh untuk menghidupkan budidaya pala untuk para petani di Aceh.

Dikatakan Irvan, keuntungan yang diperoleh dari pala cukup menjanjikan, pohon pala juga tahan lama.

“Pemerintah Bireuen bisa mengajak petani di Bireuen untuk membudidayakan pala dengan cara pembangian bibit benih pala gratis kepada para petani,” usul Irvan.

Irvan yakin, jika Bireun melaksanakan konsep seperti yang telah dijalankan di Aceh Barat Daya, maka petani akan makmur.[ZR]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *