Hukum Keber Ari Gayo Terbaru

Tengah Bersidang Terkait Pembelian Mobil Dinas Bupati dan Wabup, DPRK Aceh Tengah Dikartu Merah!


TAKENGON-LintasGAYO.co : Aktivis Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko), Maharadi bersama beberapa aktivis lainnya, memberikan kartu merah kepada DPRK Aceh Tengah saat sidang paripurna pembelian mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah senilai 2,5 Milyar. Insiden ini terjadi, Kamis 6 September 2018 di ruang sidang DPRK Aceh Tengah.

Pemberian kartu merah terhadap DPRK Aceh Tengah tersebut kata Maharadi, merupakan sebagai bentuk penolakan terhadap pembelian mobil dinas pejabat daerah yang dinilai kurang tepat.

“Kami menyanyangkan sikap Anggota Badan Anggaran DPRK Aceh Tengah yang meloloskan usulan pembelian mobil mewah untuk Bupati dan Wakil Bupati,” kata Maharadi.

Pihaknya bersama aktivis lainnya mengutuk keras atas pembelian mobil itu. Ia menilai, Bupati dan DPRK Aceh Tengah telah melukai hati rakyat. Saat kehidupan ekonomi rakyat yang memprihatinkan.

“Warga yang hidup di tengah kemiskinan, sementara pejabatnya justru berleha-leha dengan mobil mewahnya. Situasi saat ini, masyarakat Aceh Tengah mengalami paceklik karena kopi belum bisa di panen akibat musim kemarau. Ekonomi masyarakat situasinya sangat memprihatikan. Tidak pantas uang rakyat dibeli mobil senilai 2,5 miliar,” ujarnya.

Dikatakan lagi, Aceh Tengah juga hanya bergantung terhadap APBK, untuk dana Otsus Aceh Tangah nihil di tahun ini. Seharusnya dengan anggaran daerah yang terbatas Pemerintah daerah harus berpikir.

“Perjalanan Pemerintahan Shabella- Firdaus (Shafda) dalam tahun pertama juga belum menunjukkan kebijakan apa-apa. Belum jelas arah program dalam membangun daerah ini. Seolah-olah ada kesan daerah ini hanya untuk memperkaya kelompok tertentu. Seharusnya pemerintah Shafda dapat memenuhi janji-janji kampanyenya dan serta mendorong pemerintah yang bersih dan bebas korupsi,” katanya.

“Untuk itu, batalkan pengadaan pembelian mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah. Memprioritaskan kebutuhan riil rakyat Aceh Tengah. Realisasikan program-program Bupati Aceh Tengah,” demikian Maharadi menimpali.

Pantauan LintasGAYO.co, pengkartu merahan DPRK Aceh ini membuat aktivis Jang-Ko harus berlari dari kejaran petugas Sat Pol PP. Terlihat salah seorang anggota DPRK Aceh Tengah meneriakkan untuk menangkap Maharadi. Ia pun sampai dikejar petugas sampai ke salah satu cafe yang berada di luar gedung DPRK Aceh Tengah.

[Darmawan]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *