Warning: Error while sending QUERY packet. PID=17511 in /home/linh1983/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1924
Akhir Cerita Investasi Kapal Api di Bener Meriah
Ekonomi Hukum Keber Ari Ranto Terbaru

Akhir Cerita Investasi Kapal Api di Bener Meriah


Oleh : Fauzan Azima*

Beberapa waktu lalu, saya menanyakan kepastian investasi Kopi Kapal Api di Bener Meriah kepada ownernya, Soedomo Mergonoto lewat komunikasi Washaap.

Saya menanyakan kabar beliau. “Saya baik-baik saja. Bagaimana dengan Anda? Wah, gambar profilnya ada heli” jawabnya ramah.

Setelah ngobrol ngalor ngidul, saya ingin tahu tentang rencana investasi Kopi Kapal Api di Bener Meriah. Nampaknya Soedomo Mergonoto yang akrab disapa Pak Domo sementara lebih tertarik bicara tentang klarifikasi pemberitaan salah satu media yang menyatakan, “Mantan Bupati Tagore penipu.”

“Ada berita di media mengatakan, Bupati Bener Meriah Pak Tagore pada tahun 2011 menipu manajemen Kopi Kapal Api beberapa waktu lalu. Saya tegaskan, berita itu tidak benar,” tegas Pak Domo.

Pada saat pertemuan multi pihak di Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas RI) pada tanggal 6 Juni 2018, Pak Domo mengatakan, bahwa tertundanya investasi di Bener Meriah dalam komoditi gula tebu menunggu hasil survei tim independen.

“Investasi harus jelas untung ruginya, karenanya kami mengirim tim survei untuk mendapatkan data yang valid sehingga rencana investasi tidak sia-sia. Jadi sekali lagi saya tegaskan, bukan karena Bupati Pak Tagore,” jelas Pak Domo.

Pak Domo serius menanggapi berita miring tentang fitnah terhadap Bupati Tagore. Pada tanggal 8 Juni 2018, beliau mengklarifikasi dan membantah berita media yang menyudutkan Mantan Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar. Hak jawab Pak Domo disampaikan kepada media-media yang ditembuskan juga kepada PWI Pusat, Dewan Pers, dan kepada Ketua Umum Serikat Penerbit Dahlan Iskan.

“Pak Tagore adalah sahabat saya. Beliau menyambut saya bersama Dirjen Transmigrasi Almarhun Bapak Harry ketika berkunjung ke Bener meriah. Di Bandara Rembele kami disambut dengan tarian adat dan kami merasa sangat dihargai dan dihormati. Seumur hidup, saya tidak bisa melupakan kebaikan beliau,” papar Pak Domo panjang lebar.

Karena merasa belum ada jawaban tegas dari Pak Domo, kembali saya tanyakan, bagaimana kelanjutan investasinya.

“Ya pak! Kopi Kapal Api, tidak perlu lahan untuk menanam kopi sendiri. Semua kita serahkan kepada masyarakat setempat. Kita hanya membina mereka dan hasilnya kita beli. Kemudian kita pasarkan ke luar negeri dgn mutu yang lebih baik dengan harga yang lebih tinggi,” jawab Pak Domo.

Dari dialog saya dengan Pak Domo, jelas dapat saya simpulkan, investor perlu investasi yang menguntungkan dan kenyamanan dalam investasi.

(Mendale, 15 Juli 2018)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *