Keber Ari Ranto Sara Sagi Sosok Terbaru

Mantan Pengawal dan Juru Masak Muallim “Jangko Mara” Sakit Keras di Banda Aceh

SEORANG tokoh Gayo yang pada masa konflik Aceh sebagai Wakil Panglima GAM Wilayah Linge, Halidin Gayo alias Jangko Mara menyatakan permintaan ma’afnya kepada seluruh lapisan masyarakat atas kesalahannya terdahulu.

“Halidin Gayo alias Teungku Jangko Mara memohon saudara-saudaraku membuka pintu maaf bagi beliau, yang dalam perjalanan hidupnya pasti ada salah, baik disengaja dan khilaf, sekali lagi mohon dibuka pintu maaf,” demikian dinyatakan Halidin yang sedang dirawat di RS Zainal Abidin Banda Aceh melalui rekannya Fauzan Azima kepada media ini, Jum’at 15 Juni 2018.

Kasdam IM, Brigjen TNI, Achmad Daniel bersama Kakesdam dan Kepala RS Kesdam Banda Aceh juga membezuk Halidin Gayo

Dia yang akibat pembengkakan jantung dan gula darah tinggi juga mengucapkan terima kasih kepada Danrem 012/Teuku Umar, Kol. TNI Inf. Aswardi, SE yang telah bersedia membesuk dan memberi semangat kepada Teungku Jangko Mara di hari pertama Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah ini.

Beberapa hari sebelumnya, Kasdam IM, Brigjen TNI, Achmad Daniel bersama Kakesdam dan Kepala RS Kesdam Banda Aceh juga membezuk Halidin Gayo dan berharap segera pulih seperti sedia kala.

“Saudara-saudaraku, kita tidak tahu putaran dunia, ini alasan kita tidak boleh membenci, karena ketika sakit belum tentu sahabat kita, sanak family kita yang terlebih dahulu menjenguk kita, bisa jadi orang yang menjenguk kita adalah bekas musuh kita. Sekali lagi terima kasih atas empati saudara-saudaraku terhadap Teungku Chalidin Gayo,” ujar Fauzan.

Danrem 012/Teuku Umar, Kol. TNI Inf. Aswardi, SE membesuk dan memberi semangat kepada Teungku Jangko Mara

Pengawal Muallim

Semasa konflik Aceh, Jangko Mara pernah sebagai orang dekat Panglima GAM Muzakir Manaf. Tepatnya pada akhir Agustus hingga pertengahan Desember 2004.

Saat itu Muallim berada di Bukit Rebol, Bener Meriah. Jangko Mara adalah pengawal melekat Muallim. Demikian kesaksian Fauzan Azima.

Jangko Mara adalah saksi ketika surat tawaran damai dari Wapres RI, Jusuf Kalla kepada Panglima GAM Muzakkir Manaf telah sampai dan sempat dibacakan via telepon seluler kepada Muallim dari Alue Gatai, Bireuen.

Selama gerilya surat tersebut dalam pengamanan Jangko Mara.

“Mereka berdua selalu satu base camp. Mereka sangat dekat. Ketika serah terima pengawalan Muallim dari pasukan Linge kepada Pasukan Bate’ilek, Muallim memberikan senjata kesayangannya AK-56 kepada Jangko Mara,” kata mantan Panglima GAM Linge ini.

Jangko Mara yang berasal dari Reje Guru Bener Meriah kelahiran tahun 1970 ini adalah satu-satunyan pasukan yang berani bercanda dengan Muallim dan sering saling melontar joke.

“Saya yang memerintahkan Jangko Mara sebagai pengawal sekaligus sebagai juru masak bagi Muallim, dan saya juga bersama mereka saat itu,” tegas Fauzan. [WA]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *