Bage Terbaru

Tidak Sekedar Temu Kangen, Ini Alasan Reuni Agar Lebih Bermanfaat


Catatan : Ova Yanti*

11 Juni 2018 di Kute Cafe adalah awal pertemuan para alumni SMP Negeri 2 Takengon setelah 16 tahun berpisah.

Menapaki jalan gelap bersama sahabat akan terasa lebih baik di banding sendirian di jalan terang benderang.

Berawal dari pertemuan lewat media sosial, hingga tergerak hati untuk bertemu kembali sehingga tercetus ide untuk mengadakan acara reuni agar silaturrahim terjalin kembali.

Ada yang setuju dengan penuh semangat, ada yang tidak setuju bahkan langsung keluar dari grup WhatsAap.

Diskusi via WhatsAap terus berlanjut sehingga terbentuk panitia dan susunan agenda. Ada yang hunting nomor kontak teman-teman, ada bendahara, ada yang hunting lokasi tempat acara. Alhamdulillah semua rencana terlaksana atas izin Allah.

Teman-teman yang jauh di rantau dan tidak bisa pulang juga ikut berkontribusi dalam acara reuni dengan mentransfer dana demi terlaksananya kegiatan.

Reuni atau temu kangen apapun nama atau jenisnya. Usahakan setiap momentumnya lebih sehat dan positif. Mari kita luruskan niat baik tiap kali reuni. Jangan jadikan reuni hanya untuk kumpul-kumpul saja. Tapi reuni harus menyehatkan, harus memberi kebaikan. Bukan ajang pamer, bukan ajang mengumbar kesombongan, juga bukan untuk membuat sakit hati kawan sehingga trauma dan tidak mau datang lagi.

Reuni akan bermanfaat, sehat dan positif bila kita tidak egois. Tidak perlu memakai ‘Jaket’ kekinian untuk mengenang masa lampau. Tidak usah bawa-bawa pangkat, jabatan, jarta, atau status sosial.

Sepakatilah, reuni seharusnya ‘melepas’ jaket keAKUAN dalam pertemanan. Berteman adalah kita, kamu, aku bersama-sama. Itu saja.

Untuk lebih jelasnya,  berikut alasan yang bisa dijadikan acuan agar reuni sehat, positif dan bermanfaat :

1. Menjalin kembali tali silaturrahim dan saling bertukar informasi, karena kita sudah tidak pernah atau jarang ketemu lagi.

2. Mengenang masa lalu yang sehat dan positif, karena ini terapi hati dan pikiran yang positif. Bisa terbebas dari sakit, makin rileks dan bikin ketawa. Asal hati-hati aja, tidak perlu “kembali” ke masa lalu. Apalagi urusan mantan pacar, CLBK dan sebagainya karena itu mengganggu keharmonisan semuanya.

3. Mengembalikan eksistensi dan kembali belajar, karena tiap orang punya eksistensi dan potensi dalam diri. Kita bisa belajar dari teman, dari pertemanan yang sebegitu lama.

4. Memperpanjang usia, karena kita bisa mengurangi stres atau depresi. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang banyak dikelilingi teman dan saudara, kemungkinan meninggalnya berkurang 50 persen dibandingkan mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial. Kehidupan sosial yang lebih baik membuat kita rata-rata hidup 3,7 tahun lebih lama. Meski umur adalah ketentuan Allah namun kita yang berikhtiar.

5. Bekerjasama untuk amal, karena menjadi tujuan yang sangat positif dari pertemanan. Amal dan berbuat untuk sesama inilah tujuan utama reuni atau temu kangen, di manapun dan kapanpun. Sejauh amal ini belum dilakukan, maka reuni dan temu kangen agak sulit berkembang. Karena reuni, bukan sekedar kumpul lalu bubar.

Ingat, kita bukan siapa-siapa. Kita juga bukan apa-apa. Maka peliharalah TEMAN dan PERTEMANAN kita. Karena kita adalah HOMO HOMINI SOCIUS, manusia adalah kawan bagi sesama.

Dan penting buat kita. A good friend is like star. You can not always see it, but you realize it will always be there-teman itu layaknya bintang, kamu memang tidak selalu bisa melihatnya tapi percayalah mereka selalu ada. [ZR]

*Penulis adalah alumni SPMN 2 Takengon angkatan 2001

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *