Sekolah Terbaru

Ini Cara Budi Darmawan Majukan MI Muhammadiyah Takengon

Berdiri sejak tahun 1964, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah terus melakukan perbaikan dan kemajuan dari waktu ke waktu. Telah ada sembilan kepada sekolah yang memimpin sekolah yang berbasis Islam ini, diantaranya Drs. Banta; Dra Yasni; Maimunah, A.Ma; Mariani, S.Pd.I; Hairullah, S.Pd; Khadijah, S.Pd.I; Syahria Putraga, S.Pd.I; Usra Gunawan, S.Pd.I dan Budi Darmawan M,Pd.

Budi Darmawan, M.Pd bersama Kepala Kantor Kemenag Aceh, Drs. Daud Pakeh (Ist)

Di bawah kepemimpinan Budi Darmawan, M.Pd, MI Muhamadiyah ini akan dijadikan sebagai sekolah yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan keagamaan.

Sekolah yang mempunyai visi terwujudnya akhlak mulia, berprestasi, berwawasan global yang dilandasi adat budaya luhur sesuai dengan ajaran agama Islam dan misi menanamkan keyakinan/aqidah melalui pengamalan ajaran Islam, mengoptimalkan proses pembelajaran yang efektif dan bimbingan, mengembangkan pengetahuan yang berkarakter di bidang IPTEK, bahasa, olahraga dan seni budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi siswa serta menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan ini pernah meraih prestasi diantaranya juara 1 Ekspo yang diadakan oleh pemda Aceh Tengah di lapangan musara alun dan juara 2 pengelolaan kelas bernuansa PAKEM yang diadakan oleh DBE.

Selain itu sekolah ini juga pernah meraih prestasi diantaranya juara 3 lomba bercerita tingkat Provinsi Aceh, Juara 1 tahfidz juz 30 tingkat kabupaten, juara 1 lomba menggambar dan mewarnai tingkat kabupaten, juara 1 bercerita tingkat kabupaten, juara 2 lomba berhitung cepat.

Di bawah kepemimpina da’i kondang di Aceh Tengah ini, beberapa prestasi siswa juga telah diraih diantaranya juara 1 lomba baca puisi, juara 1 bercerita putri dan putra yang diadakan oleh Badan Arsip Daerah Aceh Tengah, dan mewakili Aceh Tengah menuju lomba berceria di Provinsi Aceh hingga memperoleh juara harapan 3 yang diraih oleh Zawirda Fathonah.

Untuk terus meningkatkan prestasi siswanya, Budi Darmawan bersama seluruh dewan guru telah melatih berbagai kemampuan siswa, salah satunya hafalan surat pendek.

“Setiap pagi anak-anak menghafalkan surah-surah di Juz 30. An-Naba’ telah selesai dihafalkan anak-anak dan sekarang telah masuk ke surah An-Nazi’at,” jelas Budi.

Tak hanya itu, Budi juga akan menjalankan program karate tapak suci yang merupakan olahraga beladiri kemuhammadiyahan.

“Telah sejak lama, karate tapak suci ini tidak diajarkan, oleh karenanya kita akan latih anak-anak untuk olahraga ini. Karena muslim yang kuat lebih baik dari pada muslim yang lemah,” jelas Budi lagi.

Menurut Budi, tak hanya siswa yang butuh masukan ilmu, tapi guru juga memerlukan berbagai pelatihan untuk mengembangkan kreativitasnya. Oleh karenanya ia juga memprogramkan peningkatan kompetensi guru di bidang IT dengan cara mengadakan pelatihan penggunaan komputer pada setiap Rabu.

“Selain tuntutan kurikulum yang mengharuskan guru melek teknologi, juga sebagai kewajiban sekolah untuk memfasilitasi guru untuk lebih memperdalam skill di berbagai bidang, salah satunya IT,” kata mantan Wakil Kesiswaaan di MIN Gunung Bukit ini.

Selain itu, Budi juga terus berupaya untuk merealisasikan program perbaikan sarana dan prasarana. “Dari tahun ke tahun, alhamdulillah murid kita terus bertambah. Oleh karenanya untuk kelas juga perlu ditambah. Maka kita telah bangun 2 kelas tambahan,” kata budi lagi.

Siswa MI Muhammadiyah Takengon Juara Bercerita (Ist)

Pada 4 Mei 2018 MI Muhammadiyah kembali mengukir prestasi sebagai juara bercerita tingkat Kabupaten Aceh Tengah

“Kedua siswa yang berhasil menjadi juara adalah T Rasya Demusda juara 1 lomba bercerita putra dan Syifa Akila Husna juara 2 lomba bercerita putri,” pungkas Budi. [Zuhra Ruhmi]

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *