Keber Ari Ranto Kopi Gayo Terbaru

Jadi Barista di Ekspo LKS Mataram, Siswa SMKN 1 Takengon Ini Terima Kerjasama Menggiurkan

 

 

LOMBOK-LintasGAYO.co : Stand Aceh turut meriahkan ekspo pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional yang dilaksanakan di Lombok Nusa Tenggara Barat pada 7-11 Maret 2018.

Kopi Gayo merupakan salah satu produk unggulan di stand Aceh, adalah Mulkan Azima siswa SMK N 1 Takengon yang menjadi barista pada ekspo kali ini.

Sebelumnya Mulkan juga telah memperoleh juara 2 pada LKS di Solo dan akhir 2007 Aceh Tengah menjadi juara umum LKS tingkat Provinsi yang juga menyertakan kopi Gayo.

Kepada LintasGAYO.co pada Rabu 9 Mei 2018, Mulkan mengatakan membawa peralatan lengkap berupa mesin espresso, grinder kopi, biji kopi juga bubuk kopi.

Mulkan menceritakan setiap harinya tidak kurang dari 100 cup membuat kopi untuk para pengunjung.

“Saya sering kali di telpon untuk secepatnya menuju lokasi ekspo karena para pengunjung telah antri sejak pukul 07.00 pagi untuk dibuatkan kopi,” kata siswa SMK N 1 Takengon jurusan administrasi perkantoran ini.

Para pengunjung yang sedang antri menunggu racikan kopi barista Mulkan Azima (Ist)

Karena ramainya pengunjung yang ingin menikmati kopi Gayo anak dari pasangan Sukri (ayah) dan Rismah (Ibu) ini harus rela tidak makan siang. “Pengunjungnya ramai sekali, ketika saya baru makan sesuap nasi pengunjung sudah tak sabar untuk dibuatkan kopi, demi kepuasan pengujung saya rela untuk tidak makan siang dan menggantinya dengan roti yang dimakan sambil meracik kopi,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini.

“Jangankan makan, untuk duduk sejenak saja susah,” kata Mulkan lagi. Maka tidak heran jika 30 kg bubuk kopi yang dibawanya dari Aceh Tengah telah habis hanya dalam waktu tiga hari.

Mulkan juga menjelaskan untuk pagi hingga siang hari, kopi Gayo disajikan gratis kepada para pengunjung stand, sedangkan siang hari kopi Gayi dihargai dengan Rp15.00 per cupnya.

Pelajar yang telah mengenal kopi dari perawatan hingga pengolahan pasca panen sejak SMP ini juga mendapat tawaran dari Kepala Dinas Pendidikan Surabaya untuk mengelola salah satu kafe miliknya di Surabaya. “Kadis Pendidikan Surabaya punya tiga kafe di Surabaya dan meminta saya untuk mengelola salah satunya. Beliau juga mengatakan akan membayar saya berapapun yang saya minta,” kata Mulkan.

“Namun ini bukan masalah uangnya, tapi saya juga harus tetap melanjutkan pendidikan dan meminta izin dulu kepada kedua orang tua untuk menerima atau tidak tawaran ini,” kata pria kelahiran Takengon, 25 November 2000 ini.

Namun demikian Mulkan tetap menjalin kerjasama pengiriman biji kopi Gayo untuk memenuhi stok kopi di kafe Kadis Pendidikan Surabaya ini. “Pak Kadis telah memesan kopi Gayo untuk kafe miliknya dan saya akan kirimkan ketika telah tiba di Takengon nanti,” kata Mulkan senang.

Atta! Tawaran menggiurkan bukan? [Zuhra Ruhmi]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *