Keber Ari Gayo Kopi Gayo Lingkungan Terbaru

H. Amru Dukung Program Kopi USAID Lestari di Pantan Cuaca


PANTAN CUACA-LintasGAYO.co: Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru menyatakan keseriusan dan dukungannya terhadap program yang dilakukan oleh USAID Lestari di Gayo Lues dalam upaya peningkatan mata pencaharian petani setempat. Hal tersebut ia sampaikan saat mengunjungi aktivitas petani kopi di desa Suri Musara, Kecamatan Pantan Cuaca bersama Pelaksana Tugas Direktur USAID Indonesia Ryan Washburn pada Selasa (8/5) siang.

“Saya berharap agar para petani kopi di Pantan Cuaca serius mengikuti pembinaan yang diberikan oleh Inprosula sebagai salah satu lembaga penerima grant USAID Lestari. Dengan begitu, cita-cita kita agar hutan terjaga dan masyarakat sejahtera bisa terwujud,” kata H. Amru.

Dalam kegiatan tersebut, H. Amru juga menyaksikan langsung aktivitas petani dalam pembibitan kopi hingga penjemuran di area pertanian Suri Musara.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ryan Washburn mengungkapkan, USAID Lestari hadir untuk mendorong pelestarian hutan di Aceh serta berupaya membantu masyarakat setempat agar dapat mengelola sumber daya hutan dengan lebih baik.

Lanjutnya, bantuan yang diberikan USAID Lestari merupakan bukti bahwa konservasi hutan dan peningkatan mata pencaharian dapat berjalan dengan selaras,”melalui program USAID Lestari, kami juga membantu memastikan bahwa pengelolaan hutan Aceh dilakukan secara berkelanjutan serta bermanfaat bagi generasi masa kini dan yang akan datang,” terang Ryan.

Ryan menambahkan, dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia yang menargetkan alokasi kawasan hutan untuk perhutanan sosial sesluas 12,7 juta hektar, USAID Lestari membantu masyarakat setempat bekerjasama dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk memperkuat komitmen terhadap pengelolaan hutan kolaburatif.

Selain melakukan kunjungi ke desa dampingan Inprosula, Syan Washburn juga akan mengikuti simulasi patroli SMART (Spasial Monitoring and Reporting Tool) yang dapat meningkatkan efektivitas monitoring dan pengelolaan kawasan konservasi serta berdiskusi dengan Satuan Tugas Penanggulangan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar yang selama ini telah bekerja untuk memitigasi konflik manusia dan satwa liar.

Sedangkan USAID Lestari sendiri merupakan salah satu dari serangkaian inisiatif lingkungan yang didukung oleh USAID-Indonesia yang menunjukkan komitmen dan besarnya dukungan kemitraan strategis AS-Indoensia. Program USAID Lestari mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melestarikan keanekaragaman hayati di ekosistem hutan dan mangrove bernilai tinggi. USAID Lestari telah mendukung upaya konservasi hutan di Indonesia dalam kemitraan dengan pemerintah Indonesia sejak tahun 2015 yang lalu.

Salah satu tokoh pemuda Desa Suri Musara, Mahmudin usai acara menjelaskan, hingga saat ini lebih dari 650 petani di Desa Kenyaran, Suri Musara, Cane Baru dan Atu Kapur menerima bantuan dari program USAID Lestari seperti mendapatkan pelatihan praktik penanaman dan pengolahan kopi serta pendampingan terkait proses permohonan izin perhutanan sosial dan pengelolaan lahan.

“Alhamdulillah masyarakat khususnya petani kopi memberikan tanggapan positif dan antusias atas program ini. Salah satu buktinya semakin banyaknya masyarakat yang beralih dari tanaman lain ke tanaman kopi,” ungkap Mahmudin.

Selain itu, tambah Mahmudin, pemerintah setempat juga memberikan dukungan penuh atas program USAID Lestari, terbukti dari partisipasi pemerintah saat mengikuti kegiatan studi banding ke Kabupaten Lampung Barat yang didukung USAID untuk mempelajari teknik wanatani kopi berkelanjutan yang akan diterapkan di Gayo Lues.

Selain H. Amru dan Ryan, turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRK Gayo Lues, Camat Pantan Cuaca, Kepala PKH V, dan sejumlah kepala SKPK dan Kabag di pemerintahan Gayo Lues serta perangkat desa dan masyarakat petani kopi setempat.

Dalam kegiatan tersebut, H. Amru didampingi yang lainnya juga menyaksikan langsung aktivitas petani kopi dalam pembibitan juga penjemuran serta diskusi terbuka bersama para petani di tengah-tengah kebun kopi sebelum kembali bertolak ke Blangkejeren. (Win)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *