Sara Sagi Terbaru

Catatan Joe Samalanga: Nabila LIDA


NABILA tersingkir dan gagal meraih 4 besar Liga Dangdut Indonesia. Semua pihak sudah berupaya untuk bekerja menjadikannya pemenang, kendati sehari sebelumnya sangat terasa apabila Nabila, anak Gayo bersuara emas itu akan berat melaju ke tingkatan berikutnya.

Tampil menjadi 5 besar sudah merupakan anugerah luar biasa buat Nabila, apabila kita melihat posisi Aceh yang tidak memiliki pemancar Indosiar, sehingga banyak masyarakat Aceh tidak dapat mengenal langsung Nabila untuk diberi dukungan, sebagian masyarakat Aceh saat ini memang tidak memasang parabola dan telivisi pra bayar, kebanyakan memilih antine, sehingga LIDA tertinggal setiap waktu. Sangat kecil presentasi pengguna parabola dan TV Prabayar di Aceh.

Namun begitu, terbukti dukungan masih deras mengalir untuk Nabila, itu hanya mampu menampyng kebutuhan di babak awal, sementara pada babak berikutnya terus melemah gara-gara diperlukan dukungan yang lebih tinggi dari sebelumnya, kondisi itulah sebenarnya yang menjadikan dukungan terlihat berkurang, kendati sebenarnya pendukung sebelumnya tetap setia.

Penyebab paling tinggi bisa dipridiksi akibat masyarakat tidak merata menonton acara-acara yang disiarkan Indosiar, sehingga daya “cinta” secara otomatis tidak menyentuh seluruh kalangan.

Namun begitu, secara pribadi saya memberi apreaiasi pada pendukung setia, walau didalamnya ada kesemuan dimana loyalitas berbalas populeritas pendukung dalam artian yang positif ingin terlihat dilayar TV. Catatan penting dari kehadiran NABILA lebih pada penyatuan antarmasyarakat pendukungnya, mencitrakan Aceh yang aman dan Islami, serta turut mengenalkan budaya, seperti Kerawang Gayo, Kopi, Rencong, Tengkulok, busana Gayo, busana Aceh, dan yang terpenting banyak pihak berkarya karena Nabila.

Namun pada perebutan 4 besar tampaknya masalah SMS bukan masalah terpenting lagi, karena yang tersingkir sungguh akibat nasip saja, yakni yang ditentukan dewan juri. Secara umum sebenarnya ini sangat menguntungkan Nabila, sebab secara SMS sudah tidak mungkin membuat Nabila menjadi juara karena keterbatasan pengirim, kecuali acara Indosiar diikuti pula oleh masyarakat yang tinggal di Banda Aceh, Aceh Besar, dan beberapa kota di Aceh.

Bila SMS menjadi salah satu alasan Nabila menang, mungkin masyarakat Gayo khususnya dan Aceh umumnya tidak perlu datang ke Jakarta hanya untuk menonton LIDA di Indosiar karena perjalanan membutuhkan biaya yang seharusnya dapat dipakai untuk mendukung Nabila, semisal melakukan sosialiasi dan pengumpulan dukungan ke desa-desa agar NABILA benar-benar dikenal.

Tapi Nabila sungguh luar biasa, suara emasnya telah membawa Aceh ke kancah nasional sesungguhnya, menjadikan Branded Gayo Aceh menjadi besar dan setiap minggu terucap kata “Gayo Aceh” dari orang-orang terkenal yang terlibat.

Saya melihat karena Nabilalah Aceh menjadi  juara sesungguhnya, dan kita semua patut mendukungnya kedepan, masih berpeluang mengejar prestasi. Jangan ada “berakah” untuk Nabila juga untuk orang-orang sekelilingnya, tapi berilah hormat sebagai sosok yang mampu menyatukan. Bagi masyarakat Gayo di Jakarta mungkin perlu diacung jempol, bisa setiap saat Nabila ada di Indosiar, mereka selalu hadir dengan atribut khas, kendati kadang-ada pertanyaan apakah mereka punya waktu yang luang secara terus menerus.

Kini dia bernama “NABILA LIDA”. Inilah kemenangan Nabila dan Gayo Aceh, semoga selanjutnya Nabila akan memberi yang terbaik lagi untuk kita semua. Semoga!!

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *