Bage Ekonomi Terbaru

NiraPresso Arabica Gayo dan Sarapan Gratis di Moorden Kafe

Anda sudah pernah mencoba paduan minuman modern dan tradisional? Jika belum, Anda patut mencoba  NiraPresso yang memadukan espresso dengan olahan modern dengan ie jok (air nira, Aceh-Red). Tentu Anda tidak perlu jauh-jauh mencari ke pelosok kampung untuk menikmati secanggkir kopi berpadu dengan air nira segar. Kini sudah tersedia di Moorden kafe Jl. T Iskandar Lambhuk, Banda Aceh.

Sajian NiraPresso (Ist)

 

Harga yang ramah dengan kantong, membuat minuman ini cukup digemari, harga NiraPresso dibandrol hanya Rp15.000 pergelasnya. Minuman yang diracik oleh barista profesional juga kualitas kopi terbaik dari dataran tinggi Gayo ini membuat olahannya memiliki citarasa yang unik. Selain NiraPresso, masih banyak minuman andalan lainnya seperti BMW (Boh Manik Weng) Arabika Gayo dan berbagai sajian kopi lainnya.

Salah seorang pelanggan Moorden Coffee, Anhar Sawang menuturkan kopi NiraPresso sangat nikmat, rasanya yang unik mampu memanjakan lidah.

“Ini kali pertama saya benar-benar mendapatkan rasa kenikmatan kopi dicampur dengan air nira, apalagi dilayani oleh para karyawan yang sangat ramah, membuat pelanggan ingin duduk berlama lama di sini,” pungkas Anhar.

Selain itu kafe dengan konsep modern berpadu tradisional ini juga punya program unggulan yaitu menyediaan 20 bungkus sarapan padi dan 30 potong kue secara gratis.

“Makanan dan kue ini diberikan kepada siapa saja para pejuang subuh yang mampir ke kafe untuk sarapan pagi,” jelas Owner Moorden Coffee, Dinda Sutari.

Dalam menjalankan bisnisnya, pria yang lahir 29 tahun yang lalu ini berpegang terguh pada ajaran Islam dengan tidak menggunakan modal yang bersumber dari riba.

“Tidak dapat dipungkiri, hampir semua usaha yang dijalankan oleh para pengusaha atau bisnisman selalu membutuhkan adanya modal,” kata Dinda.

Akan tetapi sebagai seorang muslim taat yang telah menyatakan dirinya beriman kepada Allah dan hari akhir, sudah seharusnya menggunakan modal yang halal dalam menjalankan usahanya. Ia hanya menggunakan modal dari hasil kerja kerasnya sebagai pegawai di PLN Kota Banda Aceh. Ia bertekat menjaga keberkahan usahanya dengan tidak meminjamkan modal bisnis dengan cara riba.

Tidak sedikit pegawai bank yang datang untuk menawarkannya modal usaha yang baru dijalaninya selama satu bulan lima belas hari ini. Namun ia tolak dengan santun.

Ia juga mengaku sempat kehabisan modal karena digunakan untuk membiayai pernikahannya. Namun mengingat firman Allah dalam Surat Annahl ayat 114 yang, Maka makanlah yang baik dari rezki yang telah diberikan oleh Allah kepadamu, dan syukuriklah nikmat ‎Allah jika kamu benar-benar menyembah-Nya membutnya tidak tergiur untuk meminjam modal dengan cara riba.

Pelan tapi pasti, Dinda berharap usaha yang digelutinya bisa mendatangkan manfaat, ridha dan berkah dari Allah. Alhasil dengan modal yang sangat minim. Dinda Sutari menyulap kafe miliknya menjadi tempat yang unik dan indah hanya berbekal barang bekas. [SP/ZR]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *