Opini Pendidikan Terbaru

Peran Guru BK dalam Membantu Siswa Memilih Jurusan Kuliah

Oleh: Rosnah Fitri*

Usai sudah pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017/2018 dari Sabang sampai Merauke dengan praktik jujur atau tidak jujur demi mempertahankan nama baik sekolah maupun daerahnya, setelah menempuh ujian yang mendebarkan bagi siswa kini mereka diuji dengan ujian yang lebih berat lagi yaitu memilih program studi/jurusan bagi siswa yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Ada problem klasik bagi siswa yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi yaitu kebingungan memilih studi/jurusan, ini disebabkan karena siswa belum mengetahui secara betul tentang bakat dan minatnya; sehingga ketika melanjutkan ke perguruan tinggi banyak dari mereka bingung harus memilih studi/jurusan apa yang sesuai dengan bakat dan minatnya akibatnya calon mahasiswa salah dalam memilih studi/jurusan.

Dalam perjalanan perkuliahan, banyak mahasiswa yang pindah jurusan ketika memasuki semester tiga atau empat atau lebih parahnya lagi pada semester empat banyak mahasiswa yang berhenti kuliah akibat dari tidak mengerti dan tidak menguasai pada bidang tersebut karena tidak sesuai dengan bakat dan minatnya. Kejadian ini sering terjadi akibat tidak adanya dilakukan tes bakat minat pada siswa (kelas X), yang mana tes ini berfungsi untuk mengetahui lebih detail tentang kecenderungan dan keahlian yang dimiliki oleh siswa.

Tes bakat dan minat biasanya dilakukan oleh guru “Bimbingan Konseling” (BK) dengan bantuan psikologi, sehingga para siswa dapat menentukan jurusan yang akan dipilih saat sekolah seperti: IPA, IPS dan Bahasa, dengan ini para siswa tidak terlalu bingung lagi memilih studi/jurusan saat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Siswa juga terkadang menjadi korban karena sebagian sekolah tidak melakukan tes bakat dan minat disebabkan sekolah masih minim guru bimbingan konseling atau kurang pahamya guru bimbingan konseling tersebut dalam memahami bakat dan minat siswa karena guru yang mengambil guru bimbingan konseling bukanlah seorang guru profesional (pakar bidang konseling) dalam menangani bakat dan minat siswa.

Ketika guru BK tidak profesional maka yang terjadi dalam kegiatan membimbing dan mengkonseling siswa terjadi kesalahan. Misalnya, ketika siswa terlambat atau bolos sekolah maka langsung mendapat hukuman dari guru BK tanpa ada pembicaraan lebih lanjut secara intens antara siswa dengan guru sehingga siswa merasa jengkel maka tersematlah guru BK sebagai orang terkejam disekolah (polisi sekolah) padahal guru BK mempunyai peran vital dalam perkembangan siswa.

Guru bimbingan konseling ibarat produser dalam sebuah pembuatan film, bagus atau tidaknya film tersebut ditentukan oleh produser begitu juga dengan guru BK berhasil atau tidaknya siswa menjadi siswa yang baik, berkepribadian optimis dan mempunyai visi masa depan sangat dipengaruhi oleh guru bimbingan konseling. Oleh karena itu, ketika ia tamat dari sekolah tersebut; ia tahu kemana harus berlabuh selanjutnya dan tidak kebingungan memilih studi/jurusan kalau melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Guru bimbingan konseling juga diharapkan banyak mengetahui universitas-univesrsitas khususnya di Indonesia dan dengan berbagai jurusan yang ada di universitas tersebut, dengan begitu guru lebih mudah memberikan layanan informasi kepada para siswa tentang universitas, studi/jurusan, arah karir (ranah kerja) nantinya yang akan didapat setelah selesai melakukan perkuliahan nantinya dan tidak lupa mengetahui tentang beasiswa dan jalur pendaftaran perkuliahan seperti SNMPTN, SBMPTN,UMPTN, LOKAL, dan sebagainya.
Selain itu guru BK dapat memberikan peluang kepada siswa untuk berkonsultasi tentang perguruan tinggi, ini dapat dilakukan dengan “Layanan Konseling Individu” dimana guru dapat lebih memberikan bimbingan kepada siswa secara khusus, dengan cara mengarahkan siswa, memberikan pemahaman lebih detail kepada siswa tentang jurusan yang dia inginkan dan dikaitan dengan bakat dan minat siswa serta juga diikuti oleh hasil raport siswa untuk mengetahui kecenderungan siswa yang sebenarnya agar lebih spesifik.

Jika pada sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) peran guru BK selain mengetahui informasi tentang perguruan tinggi disini guru juga harus banyak mengetahui informasi tentang lapangan pekerjaan yang tersedia sesuai dengan jurusan siswa tersebut. Dengan perkembangan zaman yang semakin dahsyat maka guru bimbingan konseling mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman dengan mengakses berbagai macam informasi untuk kemajuan siswanya.

Tulisan singkat ini, semoga bermanfaat bagi guru-guru yang mengajar dan mendidik para generasi bangsa; khususnya guru bimbingan konseling agar lebih baik lagi kedepannya dalam memberikan pelayanan kepada siswa dan bagi penulis sendiri sebagai mahasiswi program studi bimbingan dan konseling menjadi pemacu semangat dalam proses belajar di perguruan tinggi sehingga bisa menjadi guru bimbingan dan konseling yang profesional kedepannya. (HM-Algayoni).

*Penulis Mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *