Beru Bujang Catatan Redaksi Sara Sagi Sosok Terbaru

Lauhin Mahfudz si Bensu yang Menyejukkan


“Sesungguhnya Allah SWT senantiasa mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu.” Demikian firman Allah SWT dalam surat Al-Mujadilah ayat 11, yang disarikan seorang putra Gayo, Lauhin Mahfudz.

Lauhin Mahfudz dalam beberapa hari belakangan ini menjadi sosok yang terus dibahas di media sosial facebook dan instagram. Namanya selalu disuarakan setelah berhasil menjadi juara 2 pada MTQ International Syarhil Qur’an di Cairo Mesir bersama seorang rekannya Ahmad Farhan Tsani (Mahasiswa asal Medan).

Baca Juga : Allahu Akbar! Indonesia yang Diwakili Putra Gayo Juara 2 di MTQ Internasional

Banyak pembaca LintasGAYO.co bertanya, siapa sebenarnya sosok yang telah menyejukkan hati urang Gayo ini. Kami pun mencoba menghubungi langsung Lauhin Mahfudz yang saat ini masih berada di Mesir dalam rangka melanjutkan studinya.

Lauhin Mahfudz lahir di Lhokseumawe, 26 Februari 1996. Beliau adalah anak bensu dari 3 bersaudara yang terlahir dari pasangan M. Saleh AR dan Murtasidah.  Meski lahir di pesisir utara Aceh, Lauhin Mahfudz tulen berdarah Gayo. Ayahnya seorang pensiunan ABRI berasal dari Tan Saril Kecamatan Bebesen Aceh Tengah dan ibunya yang merupakan seorang pendidik di SMPN 2 Takengon berasal dari Kebayakan Aceh Tengah.

Lauhin Mahhfudz bersama saudara sekandungnya Samusi Purnawiradade dan Alma Wida Afni dididik dalam lingkungan keluarga yang taat beragama. Hal inilah yang menjadi motivasinya, untuk terus mendalami ilmu agama.

Lauhin Mahfudz (paling kanan)

Pendidikan

Lauhin kecil pernah bersekolah di TK Mawar Gayo Takengon, kemudian di MIN 1 Kota Takengon. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya di MIN 1 Takengon, Lauhin pun harus ikhlas dikirim ke Medan Sumatera Utara. Kedua orang tuanya memasukkannya ke Pesantren Ar Raudhatul Hasanah. Di pesantren ini, Lauhin lanjut hingga tamat Madrasah Aliyah (MA) pada tahun 2014 silam.

“Setelah itu saya menyambung untuk kuliah Fakultas Ushuluddin, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, UIN Ar-Raniry. Namun hanya 4 semester, kemudian saya melanjutkan ke Universitas Al Azhar Mesir Fakultas Syariah wal Qanun, Jurusan Syariah Islamiyyah,” kata Lauhin kepada LintasGAYO.co, Kamis 5 April 2018.

Meski sedari kecil sudah disuguhkan ilmu-ilmu Agama, Lauhin tak pernah merasa bosan. Bujang Gayo segudang prestasi ini memegang motto hidup, sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Inilah yang terus ia tekuni, agar suatu waktu nanti, saat dirinya telah diberi gelar Licence (Lc) oleh Universitas Al Azhar Mesir, ia bisa berbakti kepada ummat dan sebagai pencerah dalam memperdalam ilmu-ilmu Islam.

Prestasi

Lauhin Mahfudz ternyata memiliki segudang prestasi. Kecerdasannya, telah terlihat sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidai’yah. Selama menempuh pendidikan dasarnya, Lauhin selalu meraih juara 3 besar diangkatannya.

Bukan hanya itu, Lauhin kecil juga pernah menjadi juara 1 lomba praktek shalat di Masjid Asir-Asir dan Bale Atu, antar pengajian di Takengon. Juara 1 menghafal juz amma di Masjid Agung Ruhama Takengon tahun 2004. Juara 1 lomba adzan tingkat Kampung Tetunyung Takengon Timur, Aceh Tengah.

Lauhin kecilpun mulai beranjak remaja. Dimasa ia bersekolah di pesantren, prestasi demi prestasi terus ia peroleh. Di tahun 2013, Lauhin remaja berhasil menjadi juara 1 lomba pidato bahasa Arab tingkat senior di pesantren Ar Raudhatul Hasanah. Kemudian menjadi juara harapan 1 lomba pidato bahasa Arab antar pelajar pondok pesantren se- Sumatera Utara. Juara 2 lomba qiraatul Akhbar Bahasa Arab di pesantren Darunnajah Jakarta. Juara 1 lomba Nasyid tingkat provinsi sumatera Utara.

Kemudian semasa kuliah di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, pundi-pundi prestasi Lauhin belum selesai. Dirinya pernah terpilih menjadi mahasiswa terbaik Fakultas Ushuluddin tahun 2014-2015. Juara 1 lomba debat Bahasa Arab di Fakultas Ushuluddin Ar-Raniry tahun 2015. Juara 2 lomba pidato bahasa Arab antar mahasiswa UIN Ar Raniry Banda Aceh tahun 2015.

Hanya 4 semester di UIN Ar-Raniry, Lauhin bertekad melanjutkan studinya ke Universitas Islam tertua di dunia Al-Azhar Mesir. Prestasi Lauhin tidak berhenti di negeri Nabi Musa tersebut. Dirinya terus mengukir prestasi. Disana, Lauhin pernah menjadi juara harapan 1 lomba khutbah Jumat antar mahasiswa Indonesia Kairo Mesir dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2016. Juara 1 dalam acara pemilihan Mc wisuda Universitas Al Azhar tahun 2017. Terakhir, Juara 2 lomba Musabaqah syarhil Quran tingkat Internasional.

Melihat prestasi gemilang yang selali ditorehkan Lauhin di bidang agama, seakan dirinya menjadi penyejuk bagi orang tua dan keluarganya, termasuk secara umum bagi urang Gayo. Betapa tidak, dalam kurun waktu yang telah sangat lama, urang Gayo seperti kehilangan generasi berbakat di bidang agama. Kehadiran Lauhin, menjadi pelecut semangat generasi Gayo untuk bisa menekuni bidang agama menjadi semakin nyata.

Lauhin Mahfudz (Depan) bersama Partnernya Farhan (belakang) Usai Mengikuti Penyisihan MTQ Syarhil Qur’an. (Ist)

Pesan kepada Generasi Muda Gayo

Melalui LintasGAYO.co, Lauhin Mahfudz menitip pesan kepada generasi muda Gayo.

“Sesungguhnya Allah akan senantiasa mengangkat derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu. Ini adalah janji Allah, oleh karenanya saya berpesan kepada seluruh generasi Gayo khususnya, untuk benar-benar memanfaatkan masa mudanya dengan sebaik-baiknya, terutama untuk menuntut ilmu, karena di masa ini adalah masa keemasan kita untuk bisa meningkatkan daya kemampuan dan bakat kita. Artinya keberhasilan kita pasti sangat besar didukung oleh bakat dan kemampuan kita, teruslah berusaha untuk menjadi lebih baik, berkarya dengan bidangnya masing masing. Dan yang terpenting jangan lupa berdoa kepada Allah, gigihlah berusaha dan Berbaktilah kepada orangtua, insyaAllah, Allah akan mudahkan jalan kita,” demikian Lauhin Mahfudz.

[Darmawan Masri]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *