Ekonomi Keber Ari Gayo Terbaru Wisata

Usai Berarung Jeram, Nikmati Sensasi Menunggang Kerbau di Sanehen


Darwati A Gani Menunggang Kerbau di Lokasi Finish Arung Jeram. (Ist)

TAKENGON-LintasGAYO.co : Pengelola wahana wisata arung jeram, Weh Peusangan, Lukup Badak, Pegasing-Bies, Aceh Tengah terus memberikan kesempatan bagi warga di seputaran jalur arung jeram untuk berkalaborasi membuat objek wisata tambahan.

“Kita tidak ingin berkembang sendiri. Dengan hadirnya wahana wisata arung jeram ini, kita ingin berkembang bersama-sama masyarakat. Di starting point minsalnya, kini tumbuh pusat ekonomi baru. Beberapa warga memanfaatkan kesempatan wisatawan yang mencoba arung jeram dengan melihat potensi ekonomi lain, seperti berjualan kopi, dan makanan,” kata ketua Koperasi Jasa Wisata Alam Gayo, Khalisuddin selaku pengelola wisata arung jeram, Minggu 18 Maret 2018.

Bukan hanya di starting point saja, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan masyarakat di lokasi finish yakni di Kampung Sanehen, Kecamatan Silihnara, Aceh Tengah, untuk meniru hal serupa.  “Alhamdulillah di lokasi finish kini sudah ada warga yang berjualan,” sebutnya.

Dalam kurun waktu dua hari terakhir, pihaknya juga mengajak salah seorang gembala kerbau di lokasi tersebut untuk menyewakan kerbaunya saat wisatawan tiba di lokasi finish.

“Ini objek baru, gembala kerbau yang merupakan seorang anak di Sanehen, bersedia menyewakan 2 ekor kerbau, yang bisa ditunggangi oleh wisatawan. Harganya pun terjangkau, hanya Rp. 5 ribu saja,” kata Khalis.

“Hari ini, istri Gubernur Aceh Darwati A Gani mencoba sensasi menunggang kerbau di lokasi finish,” timpalnya.

Khalis pun mengajak seluruh warga yang berdiam di sepanjang jalur arubg jeram untuk melihat potensi lain yang bisa dijual ke wisatawan. Ia pun membuka peluang selebar-lebarnya bagi masyarakat yabg kreatif.

“Wisatawannya sudah ada. Tinggal kita mau berbuat apa. Ini peluang, kami buka kesemapatan bagi warga sekitar. Asal jangan pungli saja,” tandasnya.

Pantauan LintasGAYO.co, sensasi menunggang kerbau di finish arung jeram memang menjadi sevuah wahana baru yang unik. Kearifanlokal masyarakat Gayo dalam memelihara kerbau juga unik. Bahi yang belum merasakan atau belum pernah mencoba menunggang kerbau, kesempatan ini bisa dicoba.

[Darmawan Masri]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *