Keber Ari Gayo Sosial Budaya Terbaru

Ini Cara Meraih Kebahagian Hidup di Dunia dan Akhirat

REDELONG-“Tujuan hidup ini adalah ibadah. Selain ibadah, bagaimana kita bisa meraih kebahagiaan di dunia dan meraihnya pula di akhirat,” kata Tgk Azhar dalam khutbah Jum’at di Masjid Babussalam, Kabupaten Bener Meriah. Jum’at 3 Maret 2018.

Disetiap shalat lima waktu dalam keseharian umat muslim lanjutnya, do’a ini sering kali dipanjatkan dengan menengadahkan tangan untuk memohon restu Allah mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.

“Setiap harinya. Mudah-mudahan kelak semoga Allah membebaskan kita dari panasnya api neraka,” terangnya.

Selain itu kata Tgk Azhar lagi, dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, ada sangkut pautnya dengan alam nyata dan alam gaib. Alam nyata (dunia) merupakan alam yang sifatnya hanya sementara saja untuk manusia. Dari seluruh umat yang diturunkan di muka bumi, maka umat Muhammad lah yang paling terakhir mengisi hiasan dunia ini.

Untuk itu, ia menerangkan untuk bersama-sama memanfaatkan alam nyata sebagai jalan menuju akhirat. Alam nyata hanya sebentar saja dan akan musnah dikemudian hari.

“Kepentingan dunia saja tidaklah sesuai, tapi kita memanfaatkan sebaiknya sebagai bekal dan amal yang membawa kita pada kebaikan akhirat,” jelasnya.

Sedangkan alam Gaib adalah alam yang kekal dan abadi selama-lamanya. Jadi penting rasanya untuk mendapatkan amal jariyah yang ada di alam dunia ini untuk membantu mendapatkan hasil di akhirat kelak seperti memanfaatkan harta untuk jalan kebaikan disisi Allah SWT.

“Dunia ini sifatnya sementara, jadi kebahagiaan yang kita miliki adalah kebahagiaan sementara, kesenangan yang kita miliki kesenangan sementara, kemenangan yang kita miliki adalah kemenangan sementara dan seluruh harta yang kita miliki juga semuanya adalah harta sementara,” tambahnya.

Manusia harus mengerjakan urusan dunia namun tidak lupa pula dengan urusan negeri akhirat. Sebaliknya urusan akhirat harus dibersamai dengan urusan dunia hingga imbang diantara keduanya.

Para ulama mengatakan bahwa ketika kita mengejar akhirat maka dunia akan mudah, sebaliknya bila manusia mengejar urusan dunia saja maka akhirat akan menuntut. Disinilah dapat manusia nilai bagaimana di dunia mendapatkan kebahagiaan dan di akhirat juga mendapat kebahagiaan buah dar perjalanan dunia.[SP/ZR]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *