Jurnalis Warga Terbaru

Huangzhou dan Masjid Phoenix Cina

Catatan : Hayatul Fadli, S.Hum*

Negara China, bukan berarti semua penduduknya beragama kristen, Budha, Conghucu, dan lain sebagainya. Melainkan, Negara ini juga terdapat penduduk yang memeluk Islam, seperti pada Provinsi Zhejiang Huangzhou ini.

Pertama sekali penulis menjejakkan kaki di tanah para bintang film Jackie Chan ini, saya berpikir bahwa, di negara ini tidak terdapat masjid-masjid tempat untuk beribadah sebagaimana Masjid-masjid yang berada di Indonesia, khususnya ditempat kelahiran saya, di Weh Tenang, Bener Meriah, provinsi Aceh.

Perkiraan tersebut, akhirnya terjawab oleh keberadaan penduduk Islam di wilayah ini. Memang tidak banyak, namun ada beberapa Masjid yang berdiri kokoh bagi umat Muslim untuk bersujud, seperti Masjid Phoenix yang ada di provinsi  ini.

Phoenix Mosque China. (Fadli)

Masjid Phoenix merupakan, masjid tertua kedua setelah Masjid Huaisheng, di Huangzhou. Masjid ini dibangun pada tahun 627 sebelum Masehi, oleh Said bin Abi Waqqash, yang dibangun pada masa dinasti Tang (618-907).

Berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari Campus China Academy of Nansan, 10 menit naik Bus dengan ongkos 2 RMB atau setara dengan Rp 4000, kita sudah dapat menemukan fenomena keindahan ciptaan Tuhan yang istimewa ini. Sedangkan Campus China Academy of Nansan sendiri merupakan tempat tinggal saya di Campus Xiansan, yang berjarak 1 jam perjalanan dengan naik bus.

Pertama sekali saya melihat masjid ini, rasanya sungguh sangat luar biasa. Karna, banyak fenomena-fenomena dari sisi bangunannya yang mengikuti pola unik, terutama  pada future nya yang bernuansa Tradisional dengan khas China. Sedangkan, satu Art menuju Masjid Phonex.

Setiap masuk waktu siang, tepatnya pada waktu shalat tiba, saya selalu melalukan shalat Dzuhur di Masjid Phoenix ini. alasannya, karena saat ini saya sedang belajar berbahsa di kampus ini. ketika lapar menghampiri, sambil menikmati makanan disamping sungai kecil terdapat restoran yang menyajikan makan-makanan halal.

Saya kira ada beberapa restoran yang menyiapkan makanan halal, seperti daging halal, kelontong, dan masih banyak jenis makan yang dapat disuap untuk mengganjal perut dari lapar.

Sedikit berjalan menuju lorong bersambung, halaman kiri dan kanan terdapat bangunan yang difungsikan sebagai Madrasah. menuju madrasah inilah kita dapat menuju ke masjid Phonex, yang didepannya terdapat tulisan Arab, yaitu ayat Al-Qur’an. menurut catatan sejarah, ayat ini masih belum mengalami perubahan sejak pertama kali didirikan.

Sejak pertama di bangun, masjid ini senantiasa dihidupkan sebagaimana masjid-masjid lain yang ada di Indonesia, baik shalat 5 waktu maupun shalat Jum’at, lebaran dan lainnya yang berbentuk ibadah.

Namun, saat sekarang ini shalat Jum’at tidak lagi dilaksanakan di Masjid ini, karna tidak mampu menampung ribuan orang, hibgga akhirnya dibuat masjid baru yang lebih besar dan mampu menampung lebih banyak jamaahnya.

*Hayatul Fadli merupakan mahasiswa Gayo, asal Kampung Weh Tenang Due, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, yang melanjutkan studi di China Academy of Art, di Hangzhou, Prov Zhenjiang, China.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *