Keber Ari Ranto Terbaru

Ketua Balai Syura Ureung Inong Aceh : Himne Aceh Cacat Hukum

Ketua Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh Khairani Arifin S.H M.Hum (Zuhra Ruhmi)

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Ketua Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh Khairani Arifin SH M Hum menilai sayambara himne Aceh yang dilakukan oleh DPRA cacat hukum. Hal ini disampaikan kepada LintasGAYO.co Rabu 27 Desember 2017 sebelum melakukan audiensi kepada Ketua anggota DPRA dan Badan Legislasi (Banleg)

“Harusnya hari ini (27/12/2017) kita mengadakan audiensi bersama Ketua DPRA dan Banleg terkait himne Aceh, namun karena padatnya jadwal sidang paripurna maka audiensi ditunda,” kata Khairani.

Khairani menjelaskan, kedatangannya ke kantor DPRA untuk menyerahkan kertas posisi terkait prosedur qanun dan memberi masukan agar DPRA menjalankan prosedur penentuan himne Aceh yang sesuai dengan UUPA dan undang-undang yang lain agar himne ini sesuai dengan jalur hukum dan bersifat partisipatif sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

“Hingga saat ini qanun tentang himne belum ada, namun pemenang sayambara sudah ada. Jadi ada cacat prosedur hukum di sini,” kata Khairani.

Ketua balai Syura yang menaungi 202 organisasi perempuan seluruh kabupaten/kota di Aceh ini juga mengatakan, harusnya sebelum melakukan sayambara himne Aceh, terlebih dahulu dibuat qanun yang berisi proses dan prosedur juga partisipasi publik di dalamnya. Setelah itu baru disepakati model pembuatan lagunya.

“Apakah dengan sayambara atau cara lain,” kata Khairani.

Khairani juga mempertanyakan mengapa DPRA yang memiliki fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran ini bisa melakukan sayambara.

“Inikan sangat aneh,” tanyanya heran.

Maka balai syura datang ke DPRA ini bertujuan untuk memberi masukan.

“Kita tidak ingin perdamaian Aceh terganggu karena proses ini,” kata Ketua organisasi perempuan yang konsen terhadap perdamaian di Aceh ini. [Zuhra Ruhmi]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *