Free songs
Home / Opini / Pertanian Gayo Perlu Solusi Agar Petani Tidak Merugi

Pertanian Gayo Perlu Solusi Agar Petani Tidak Merugi


Oleh : Armi Arija*

DATARAN tinggi Gayo khususnya kabupaten Bener Meriah merupakan daerah  agraris dengan jumlah penduduk yang besar dan proporsi rumah tangga yang bekerja di sector  pertanian lebih dominan maka perhatian terhadap kesejahteraan petani menjadi sangat strategis. Belakangan  ini terjadi penurunan dengan sangat tajam harga komoditi pertanian hampir semua harga komoditi terjadi penurunan harga yang sangat tajam. Fluktuatif harga hasil pertanian merupakan hal yang lazim terjadi, Terjadinya fluktuatif hasil pertanian tersebut karena banyak dipengaruhi oleh  beberapa faktor, sebagian diantaranya tidak dapat dikendalikan oleh manusia, apa lagi oleh pemerintah dan petani sendiri. Indikasi  tersebut antara lain produksi, iklim, komoditi substitusi, perkembangan ekonomi global dan nasional, dinamika pasar, spikulan di pasar berjangka, jumlah petani yang sangat banyak, dan lain sebagainya.

Ketika petani memasuki masa panen dan tiba-tiba harga “ terjun bebas “  dimana produksi pertanian menurun drastis tentu hal ini menyebabkan petani merugi,  dan jelas ini berimbas pada kesejahteraan petani. Beberapa komoditi hasil tani saat ini  dimana dalam hal harga sangat jatuh seperti kul dan tomat, disusul juga dengan beberapa komoditi lain yang juga harganya turun.

Usaha di sektor pertanian khususnya holtikultura sudah pasti  dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi, seperti masalah yang diuraikan  diatas, tapi masih lagi banyak hal lain yang perlu dikaji, kalau dikaji terus tidak pernah akan selasai, karana banyak faktor, dan faktor-faktor itu tidak berdiri sendiri, tetapi saling mengkait dan saling mempengaruhi minsalnya ganjang ganjing harga yang terjadi ada pada produk pertanian tahunan atau tanaman semusim, juga terjadi fluktuatif produksi, bila harga yang tinggi, mendorong petani menanam komoditi tersebut lebih banyak, musim berikutnya terjadi kelebihan pasokan di pasar dan harga turun, kemudian waktu harga rendah, petani kurang tertarik menanam, musim berikutnya suplai berkurang, harga melambung. Secara ekstrim bisa terlihat pada tanaman cabe, bawang, sayur, palawija. Kondisi ini tentu perlu diambil sebuah langkah atau kebijakan sebagai penyelesai masalah menginagt ini penting bagi kesejahteraan petani.

Inovasi Kebijakan disektor Hulu

Pemerintah daerah harus  mempunyai program dan kebijakan yang inovatif, yang dimana terkadang  program tersebut sangatlah sederhana tetapi mempunyai dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kesejahteraan petani. Kita tentu tahu Ada program yang inovatif seperti yang ada di Gorontalo yang muncul kepermukaan dengan daerah yang indentik jagung kualiatas ekspor. Sejak dipimpin oleh Fadel Muhammad (2001-2006) Gorontalo terkenal dengan komoditi jagung ekspor  sebagai unggulan, Perkembangan tersebut juga didukung oleh kemampuan Fadel Muhammad dalam membuka market Network sehingga hasil panen petani terjamin pemasarannya. Hingga tahun 2007 total ekspor jagung Gorontalo mencapai 584.840 ton dengan pemasaran ke Korea, Jepang, Malaysia, Filipina dan lain-lain, di Bantul minsalnya Bupati Idham Halid Samawi yang memunculkan kebijakan dibidang pertanian yang inti dari programnya melindungi petani dari gejolak pasar dengan memproteksi tujuh komoditas utama pertanian sehingga petani tidak dirugikan.

Masih banyak lagi langkah kebijakan yang bisa diadopsi dari daerah lain sebagi langkah untuk melindungi dan mensejahterakan petani, berupa langkah teknis yang perlu dilakukan, seperti perhatian pemerintah berupa perlindungan terhadap nasib petani dari ancaman yang bersifat unpredictable. Perhatian tersebut bisa dalam bentuk asuransi pertanian, yaitu pemerintah memberikan kompensasi dari kegagalan panen akibat gangguan yang tidak dapat diatasi dan diprediksi.

Demikan juga halnya dengan masalah pemasaran,  ini juga bisa mempengaruhi harga dari komoditi . Bener meriah merupakan penghasil tanaman holtikultura yang sangat melipah, dan lagi-lagi harga serta market network yang menjadi kendala, mungkin dikarenakan persaingan dengan daerah penghasil dengan komoditi yang sama seperti daerah Brastagi .

Disisi lain pemerintah daerah harus memiliki peranan dalam hal perluasan market network. Besar harapan, agar solusi ini dapat membantu meringankan para petani . Berangkat dari hal tersebut, maka sangat diperlukan sistem mekanisme pertanian yang lebih baik dengan harapan dapat terus diperbaharui. Intinya  pemerintah harus hadir untuk membantu petani dalam menghadapi permasalahan kesulitanpemasaran , resiko harga, kegagalan panen, praktek ekonomi biaya tinggi, dan perubahan iklim, jika ini terwujud maka pemerintah telah melakukan  perlindungan kepada petani.[]

*Pemerhati pertanian, warga Kabupaten Bener Meriah

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top