Sastra

Sanggar Lungun IPEMAH LUTYO Pukau Ribuan Penonton di Gedung PKKH UGM


YOGYAKARTA-LintasGAYO.co : Sanggar Lungun Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiwa Lut Tawar (IPEMAH LUTYO ) Yogyakarta berhasil memukau ribuan penonton yang hadir di gedung PKKH UGM Yogyakarta pada pembukaan acara Seni dan Budaya Aceh untuk Indonesia (Seudati) pada Jum’at 8 Desember 2017 malam.

Penampilan tari Guel ini ditarikan oleh Pangeran Keniko (17 thn) dan Aris (18 thn) serta diiringi dengan gegedem oleh Gustie serta suling oleh Riska berhasil menyihir dan menarik perhatian penonton.

“Tari Guel ini harus dipertahankan, karena mengandung unsur etnik yang sangat kental ,” puji salah seorang panitia Noufal Rizki.

Penari utama Pangeran Keniko merupakan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang dikenal sebagai penari ahli yang telah berpengalaman menjadi aktor teatrikal tari Gayo pada berbagai event juga bermain peran pada film kopi. Jadi tak heran ketika penampilan mahasiswa UTY ini sangat memikat.

Penampilan bertambah semarak dengan kehadiran tiga rekannya yang merupakan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang juga berprestasi dibidangnya.

“Kedepan kami akan terus berupaya melestarikan seni Gayo di Yogyakarta, tidak hanya tari guel, namun juga tari yang lainnya yang berasal dari Gayo,” kata Luthfi Plt Ketua IPEMAH LUTYO

Mahasiswa Amitkom ini juga menjelaskan dari masa kemasa IPEMAH LUTYO terus berevolusi sesuai dengan perkembangan zaman, salah satunya di bidang seni.

“Kita akan terus ikuti event-event besar baik lokal, nasional maupun internasional untuk mengembangkan seni Gayo,” tambah Luthfi.

Luthfi juga mengajak para mahasiswa Gayo yang ada di Yogyakarta untuk menyatukan kekuatan pikiran, ide, dan tenaga untuk memajukan tanoh tembuni, beloh sara loloten mewen sara tamonen

Acara Seudati ini turut dihadiri oleh dua artis Aceh yakni Rahmi Amalia (Idola Cilik) dan Nong Niken (pelantun lagu prang sabi ). [SP/ZR]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *