Sastra Terbaru

[Cerpen] Super Boy Gayo Yang Kucintai

Ivana Zara Zeta (Ist)

Ivana Zara Zeta*

Keluargaku sangat gemar memelihara hewan yang bernama kuda, mulai dari awan (kakek, Gayo-Red) anak-anaknya hingga cucu bahkan sampai ke piutnya. Aku juga gemar pada kuda, sejak kecil sering mengikuti amangku (Ayah, Gayo-Red) untuk menjemput kuda yang berada di atas gunung di belakang rumah untuk dikandangkan.

Dulu saat aku mengikuti amangku menarik kuda dari atas gunung tempat ia mencari makan aku pasti menungganginya, rasa takutku terhadap kuda tidak ada karena hampir setiap hari aku melihat dan mendekatinya.

Suatu hari ketika aku sedang duduk santai menikmati pemandangan yang ada di depan rumah, aku melihat si dia lewat dengan tubuh dan langkah yang gagah. Bulunya berwarna hitam mengkilap sedikit kecoklatan. Penaram kata ama untuk menyebut jenis warna bulunya.

Mataku langsung tidak ingin lepas, dia sering berada di tanah lapang yang ada di sebelah rumahku, namanya Boy sang pemberani yang tidak takut melawan kuda-kuda besar dan tinggi saat bertanding.

Keluargaku sangat memuji ketangguhannya, karena dia sangat hebat dan berani. Langkah kakinya tegap saat berjalan menunjukkan kegagahan, terkadang juga gontai seperti sedang menari-nari.

Rumahnya, eh kandangnya tidak jauh dari rumahku, dengan berjalan kaki saja bisa tiba disana dalam beberapa detik.
Mereka terkadang dibersihkan dari debu dan bercak lumpur di kandang yang berada di depan rumah, biasanya mereka di mandikan dua hari sekali agar tidak masuk angin, setelah dimandikan mereka diajak jalan-jalan keliling kampung atau sekedar mengitari lingkungan dimana kami tinggal, agar tubuhnya cepat kering dan segar.

Bila ada waktu luang aku sering melewatkan senja hari di kandang sambil berswafoto untuk mengabadikan sedikit momen yang jarang aku lakukan untuk menghilangkan kejenuhan membaca buku atau mengerjakan pr sekolah.

Pada musim pacuan kuda, biasanya pada bulan Februari, April dan bulan Agustus pada setiap tahunnya mereka dibawa latihan naik ke atas gunung Lancuk Laweng dan juga ke lapangan Belang Bebangka yang berada diantara Kampung Pegasing dan Lukub Badak, sebagai bagian dari latihan dan pengenalan lapangan agar mereka dapat meraih juara dan hadiah lainnya yang disediakan oleh panitia.

Si Boy juga mengikuti lomba pacuan itu bersama puluhan bahkan ratusan kuda-kuda lainnya dari tiga kabupaten. Boy nama panggilannya dari nama lengkap Super Boy.

Super Boy sering memenangkan lomba pacuan meraih juara satu dan juara dua, tapi sekarang dia sudah tidak bisa mengikuti pertandingan lagi karena kakinya masih sakit. Kata amangku ia belum bisa dipaksa untuk berlari atau dipacu, khawatir sakitnya akan bertambah.[SY]

Ivana Zara Zeta RJ, adalah siswi kelas 3 MTsN Negeri 1 Aceh Tengah. Lahir pada tahun 2004. Anggota Teater Reje Linge dan Komunitas Sastra Bukit Barisan Takengon, Aceh Tengah.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *