Inilah Gayo Keber Ari Ranto Terbaru

Pembelajaran Berbasis Budaya Gayo Dibahas di Aceh TV

Para Narasumber pada Acara Keberni Gayo Fahrul Rizal (kanan), Zuhra Ruhmi (tengah) Membahas Pedidikan Berbasis Budaya Gayo yang dipandu Jamhuri (kiri) pada Jum’at 8 Desember 2017 malam. (Raihan)

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Keberni Gayo merupakan acara rutin yang ditayangkan secara live di Aceh TV setiap Jum’at malam. Acara yang dipandu oleh Jamhuri, MA pada Jum’at  8 Desember 2017 ini menghadirkan dua narasumber yaitu Zuhra Ruhmi dan Fahrul Rizal yang membahas tentang pembelajaran berbasis budaya Gayo.

Zuhra Ruhmi pada acara tersebut menyampaikan pentingnya pembelajaran berbasis budaya agar siswa tidak merasa pembelajaran hanya dilakukan ketika sekolah dan hanya bersumber dari buku paket.

“Banyak hal pada budaya Gayo yang bisa dijadikan sumber belajar agar siswa tidak merasa pembelajaran hanya bersumber di buku paket yang materinya cenderung bersumber dari pemerintah pusat, sedangkan guru diberi kebebasan untuk memodifikasi materi pembelajaran yang sesuai dengan karakter daerah masing-masing,”  kata Mahasiswa Pendidikan Matematika Pasca Sarjana Unsyiah ini.

Ia juga menjelaskan banyak hal pada budaya yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar dan tidak harus kaku memakai buku paket asalkan tetap mengikuti pokok bahasan yang ada.

“Pada pembelajaran matematika misalnya, guru bisa gunakan ukiran kerawang untuk menunjukkan kepada siswa bangun datar seperti segitiga, segi empat maupun lingkaran. Pembelajaranpun bisa berjalan beriringan dengan memberitahu kepada siswa makna dan filosofi dalam ukiran kerawang,” kata Beru yang pernah mengajar di SDIT Cendekia Takengon juga SMP IT Az Zahra Takengon  ini.

“Dengan pembelajaran yang demikian dapat terus mengenalkan budaya kepada para siswa di berbagai jenjang pendidikan agar identitas kegayoan tidak hilang dalam diri peserta didik,” punkas Redaktur LintasGAYO.co ini.

Narasumber Lainnya, Fahrul Rizal mengatakan banyak permainan-permainan yang dimainakannya ketika anak-anak, dan sekarang dijadikan sebagai permainan pada pelatihan-pelatihan meski dengan sedikit modifikasi

“Karena permainan tersebut berisi karakter untuk bekerjasama dan melatih jiwa kepemimpinan. Namun kita tidak sadar permainan tersebut sebagai pembentuk karakter yang merupakan tujuan dari pendidikan,” kata mahasiswa Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry juga guru di salah satu SMP IT di Banda Aceh.

Pada acara yang ditayangkan secara live ini, narasumber juga menjawab pertanyaan interaktif dari penonton yang menelpon. [GM]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *