Keber Ari Ranto Terbaru

Etnik Badarak : Kolaborasi Dua Budaya


PADANG PANJANG-LintasGAYO.co : Etnik Badarak Karawitan ikut ambil bagian pada Perayaan Dies Natalis kampus ISI Padang Panjang ke-52 (22/11) di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam ISI Padangpanjang.

Etnik Badara ini merupakan bagian dari Etnik Percussion. Personil yang terdiri dari 10 orang yang menggunakan alat musik indang, gendang gasi, dol, dol kecil dan tasa ini mampu menguncang panggung pertunjukan yang dihadiri 600 penonton dari dalam dan luar Padangpanjang.

Yolanda Reliansyah menuturkan karya ethnik Badarak terinspirasi dari keinginannya untuk menggabungkan indang Pariaman dan Dool yang ada di Bengkulu, keinginan ini muncul untuk berproses ban beraktivitas untuk memadukan kesenian di perantauan juga daerah asalnya.

Selain itu Key sapaan akrab mahasiswa jurusan Karawitan ini juga menjelaskan penggabungan dua budaya yang menggunakan indang Pariaman dan Dol Bengkulu dibuat dengan komposisi irama yang sama, 50% dari indang dan 50% dari dol.

“Penggarapan musik ini memakan waktu satu bulan. Dalam waktu dekat ini kami juga akan membawa karya ini untuk perlombaan ke Jakarta dalam acara ulang tahun kota Bengkulu yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah,” ujarnya saat.

Pertemuan dua budaya dalam sebuah karya komposis musik memberikan inspirasi yang luar biasa kedalam sebuah penggarapan musik, keselarasan yang ada pada kesenian Bengkulu dan Minang.

Komposer menuangkan ke dalam sebuah komposisi darak indang yang di Pariaman serta Tamatam, Tsweri, Tswena di Bengkulu diramu dalam sebuah garapan yang sangat diperhitungkan keseimbangannya baik secara penggarapan, tempo, dinamika, aksentuansi, interloking dan menitik fokuskan darak indang Pariaman dengan dol Bengkulu. [SP/ZR]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *