Free songs
Home / Sastra / Penguatan Self Concept Alternatif Membangun Karakteristik Peserta Didik

Penguatan Self Concept Alternatif Membangun Karakteristik Peserta Didik


Turham

Oleh : Turham AG, S. Ag, M. Pd

A. Pengertian

Self concept atau lebih dikenal dengan sebutan konsep diri, merupakan performance (penampilan) diri seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Self concept muncul dalam kehidupan atas hasil ilmu dan pengetahuan serta kehendak individu sendiri untuk bertindak dan berprilaku dalam keseharian.

Self merupakan keseluruhan dari segala yang ada pada diri seseorang, seperti tubuh, perilaku, dan perasaan yang terkumpul dalam satu konstruk tubuh. Self terdiri dari akal, pikiran, emosi, dan perilaku yang konstan (tetap/tidak berubah). Dalam tatanan sosial, diri meliputi akal pikiran dan perilaku sebagai respon secara umum terhadap orang lain dan masyarakat.

Adapun concept merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan. Dengan demikian self concept adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponen fisik,  sosial, emosional dan kejiwaan (psikologis) seseorang secara keseluruhan yang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal diri.

Pengertian di atas menunjukkan bahwa self concept merupakan
keyakinan, pandangan dan penilaian individu terhadap dirinya sendiri secara pribadi. Sehingga mampu menerima, bertindak dan bersikap serta menentukan arah kebijakan sendiri, tanpa terpengaruh pada yang lain.

Inilah yang dimaksud dengan karakter seseorang sebagai manusia yang merasa tenang dengan kehidupan diri sendiri, sebagai pribadi dan menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang harapkan oleh individu itu sendiri yaitu sesuai dengan ajaran Islam.

B. Komponen Self Concept

Untuk menghasilkan self concept, maka perlu penguatan terhadap beberapa komponen berikut ini :

1.Self confidence (percaya diri), yaitu keyakinan dan kemampuan menilai (judgement) terhadap diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan efektif yang sesuai diri sendiri.

2.Self esteem (harga diri), yaitu pandangan secara keseluruhan individu terhadap dirinya sendiri, penghargaan ini sering disebut sebagai martabat atau potret diri, yang memandang diri bukan hanya sebagai seseorang biasa tetapi juga sebagai seseorang yang baik dan punya kemampuan serta sesuai dengan ajaran Islam.

3.Self directing (pengarahan diri), yaitu individu mampu mengarahkan dirinya kepada hal-hal positif yang dilakukan untuk dirinya sendiri. Selain itu self directing juga diartikan sebagai usaha individu untuk melakukan kegiatan yang mampu mengarahkan dirinya secara sendiri maupun dengan bantuan orang lain berdasarkan motivasinya sendiri untuk melakukan aktifitas yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

4.Self efficacy (kemampuan diri), yaitu, merupakan keyakinan atau kepercayaan terhadap kemampuan diri individu berkaitan dengan suatu tugas untuk mencapai tujuan dan kesuksesan. Dengan bahasa sederhana dapat dipahami bahwa self efficacy adalah keyakinan seseorang atas kemampuan dirinya dalam menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan atau manfaat untuk dirinya maupun orang lain

5.Self reminder (pengingat/pengendalian diri), yaitu individu mampu mengingatkan atau mengendalikan dirinya terhadap luapan emosi. Self reminder ini lebih dekat kepada pengontrolan diri terhadap sesuatu yang berlebihan, dalam self concept self reminder ini lebih diarahkan untuk menekan kehendak atau kemauan yang tidak bermanfaat dan menekan atau memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

6.Self employed (kerja untuk diri), yaitu seseorang yang bekerja sendiri dan untuk dirinya sendiri, dia bekerja bukan untuk orang lain, majikan atau bos. Self employed dapat juga dipahami sebagai orang yang menciptakan pekerjaaan untuk diri sendiri atau disebut juga dengan wirausaha yang dimulai dari awal atau nol.

7.Self efikasi (menyukseskan diri), yaitu keyakinan seseorang tehadap kemampuan yang dimiliki, karena itu dia bertindak dalam rangka mengatur dan melaksanakan kegiatan yang dibutuhkan dalam suatu keadaan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai kesuksesan masa depannya.

Dalam bahasa sederhana dapat dikatakan bahwa selef efikasi merupakan kepercayaan diri seseorang terhadap kemampuan diri sendiri dan karena itu dia memperoleh kesuksesan dan bermanfaat untuk orang lain.

8.Self energizing (penekanan diri), yaitu, kekuatan dan kemampuan seseorang untuk menekan dirinya untuk tidak melakukan dan tidak berfikir terhadap sesuatu yang dapat merugikan dirinya, namun sebaliknya self energizing adalah kemampuan dan kekuatan seseorang berfikir serta melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya serta orang lain.

9.Self image (potret diri), yaitu kemampuan seseorang menunjukan citra dirinya secara alami, bukan dibuat-buat. Berdasarkan 8 concept di atas self image terbangun dengan sendirinya. Boleh dikatakan self image akan terbangun atas dasar sosialisasi diri yang dilaksanakan melalui kekuatan yang termuat dalam self concept

10.Self potencial (potensi diri), merupakan kemampuan, kekuatan yang ada dalam diri seseorang, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, namun belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal oleh seseorang, untuk itu diperlukan arahan, bimbingan memunculkan dan menguatkan potensi yang ada

11.Self acceptable (penerimaan diri), yaitu kemampuan dan pemahaman seseorang untuk menerima dirinya seperti dirinya, kondisi dan keadaanya bukan menerima dirinya sebagai jelmaan orang lain.

Komponen self concept tersebut, baru dapat terlaksana dalam diri seseorang apabila memenuhi beberapa dimensi yang terdapat dalam self concept, yaitu:

1.Pengetahuan (knowlage) atau kognitif seseorang adalah jalan menuju self concept, sehingga diketahui tentang diri sendiri atau penjelasan tentang gambaran dirinya secara mendalam

2.Harapan, yaitu yang dicita-citakan di masa depan. Ketika seseorang mempunyai pandangan tentang siapa diri sebenarnya, saat itu juga muncul pandangan lain tentang kemungkinan menjadi apa dirinya di masa mendatang, harapan tersebut dimbangi dengan usaha yang terus menenus dilakukan untuk mencapai harapan

3.Penilaian, yaitu penilaian yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri, sehingga menjadi pandangan tentang harga atau kewajaran terhadap diri sendiri sebagai pribadi. Setiap hari seseorang harus berperan sebagai penilai tentang dirinya sendiri, yang dinilai adalah a.tercapainya harapan untuk diri sendiri (saya dapat menjadi apa), b.standar yang ditetapkan bagi diri sendiri (saya seharusnya menjadi apa).
c.bagaimana seharusnya diri sendiri bertindak untuk mencapai harapan tanpa harus mengorban orang lain.

Hasil penilaian tersebut akan membentuk rasa harga diri, dalam arti besarnya diri seseorang meyukai dirinya sendiri dengan standar dan harapan-harapan untuk dirinya sendiri, siapa yang menyukai dirinya, apa yang sedang dikerjakannya, dan akan kemana dirinya.

Jawaban-jawaban tersebut akan memiliki rasa harga diri yang tinggi (high self-esteem). Namun sebaliknya, orang yang terlalu jauh dari satndar dan harapn-harapannya akan memiliki rasa harga diri yang rendah (low self esteem). Penilaian yang dilakukan akan membentuk penerimaan terhadap diri sendiri dan harga diri seseorang.

C. Self Concept Negatif
Orang yang memiliki self concept negatif yaitu individu yang tidak banyak memiliki pengetahuan tentang dirinya sendiri dan berpandangan sedikit tentang dirinya, sehingga tidak memiliki perasaan kestabilan dan kekuatan diri. Dapat dikatakan benar-benar tidak mengetahui dirinya, mulai kekuatannya dan kelemahannya.

Self concept negatif biasanya terlalu stabil atau kaku, kondisi tersebut akibat didikan yang sangat keras, sehingga individu tersebut menciptakan citra diri yang tidak mengizinkan adanya penyimpangan dari aturan.

Orang yang memiliki self concept negatif ditandai dengan menunjukan harapan yang tidak realistis sehingga dalam kenyataannya tidak mencapai sesuatu yang berharga atau mengalami kegagalan yang akan merusak dirinya sendiri, sehingga dapat merusak dirinya sendiri.

Orang dengan self concept negatif akan memberi penilaian terhadap dirinya juga negatif. Apapun keadaan dirinya tidak pernah cukup dan tidak pernah baik. Apapun yang diperolehnya tampak tidak berharga dibanding dengan apa yang diperoleh orang lain. Orang seperti ini sering menghadapi kecemasan karena menghadapi informasi tentang dirinya yang tidak diterimanya dengan baik bahkan menganggap ancaman bagi dirinya.

Orang yang mempunyai self concept negatif mempunyai pengertian tidak tepat tentang dirinya, pengharapan yang tidak realistis dan harga diri yang rendah. Individu ini memandang dirinya tidak punya potensi dan mempunyai motivasi yang rendah untuk belajar, mudah cemas dan putus asa, kurang mampu mengaktualisasikan potensinya, sensitif dan mudah curiga. Orang dengan konsep diri negatif menganggap suatu keberhasilan diperoleh bukan karena kemampuannya tapi karena suatu kebetulan atau nasib semata.

Untuk mencapai self concept yang sempurna sampai menjadi karakter dalam hidup peserta didik, guru harus mampu menjelaskan semua itu, dengan terlebih dahulu mengisi kognitif peserta didik tentang siapa dirinya dan mengetahui gambaran tentang dirinya secara mendalam.

Dalam mengisi pengetahuan (knowlage) atau kognitif dan pengalam peserta didik, tidak musti hanya dengan transfer of knowledge klasikal semata, melaikan dapat dilakukan dengan berbagai model dan teknik pengembangan potensi seperti pengembangan bakat dan minat, menyalurkan aspirasi dan kreasi. Terhadap semua itu sekolah dan guru harus memfasilitasi, demi tercapainya self concept prserta didik.

*Dosen STAIN Gajah Putih Takengon.

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top