Free songs
Home / Features / Pemanfaatan Kertas Bekas Untuk Sarana Belajar dan Upaya Menjaga Lingkungan

Pemanfaatan Kertas Bekas Untuk Sarana Belajar dan Upaya Menjaga Lingkungan


Oleh: Lasma Farida, S.Ag*

A. Latar Belakang

Sampah merupakan masalah yang tidah pernah habis jika dibahas, karena selama kehidupan manusia masih ada maka produksi sampah akan tetap ada, seiring dengan bertambah penduduk maka produksi sampah juga ikut meningkat, artinya produksi sampah mengikuti laju pertumbuhan penduduk. Sampah sering dianggap sebagai pengganggu pandangan dan kesehatan karena banyaknya sampah dalam bentuk limbah padat dan cair.

Agar tidak menjadi masalah perlu mengenali berbagai jenis sampah yang ada di lingkungan masing-masing dan dilakukan pengklasifikasian jenis-jenis sampah tersebut, sehingga dapat diketahui sampah mana yang masih bisa dipergunakan atau didaur ulang dan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi. Jika tau cara mengelola sampah dengan baik dan benar maka sampah bukanlah masalah, bahkan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan uang serta dapat melestarikan lingkungan hidup yang sehat dan bersih. Melalui gaya hidup ramah lingkungan yang dikenal dengan semboyan 3R, yaitu Reduce (mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah), Reuse (menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada) dan Recycle (mendaur ulang sampah sampah yang telah terpakai).

Kertas merupakan sampah yang paling banyak pada lingkungan sekolah dan sekitar peserta didik, kertas berserakkan dalam kelas maupun halaman sekolah, bahkan dalam kantor dewan guru akibat salah tulis atau salah ketik, tidak jarang buku tulis sering dirobek-robek lalu dibuang sembarangan, kertas dilempar kemana-mana dan dijadikan mainan untuk iseng mengganggu teman sesame siswa. Ketika tahun ajaran baru, hamper seluruh siswa dan seluruh sekolah peserta didik membeli buku tulis baru untuk memenuhi kebutuhan menulis pada kelas baru. Begitu juga halnya di kantor sekolah setiap hari menghasilkan limbah kertas dari hasil printer yang salah, salah konsep atau kertas-kertas yang dianggap tidak berguna lagi. Setiap selesai ulangan, ujian pertengahan semester, dan ujian semester, maka kertas akan semakin banyak terbuang. Kertas tersebut dibuang ketempat sampah atau dikumpulkan dalam kardus ditumpuk pada suatu tempat. Selama ini kertas yang tidak dipakai hanya dimanfaatkan sebagai pembungkus, atau dibuang begitu saja, atau bahkan dibakar, akhirnya akan mencemarkan lingkungan. Penumpukan kertas di suatu tempat juga akan menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan serta dapat menjadi sarang nyamuk, padahal kertas tersebut merupakan limbah yang masih dapat dapat diurai menjadi tanah, namun membutuhkan waktu yang lama.

Penumpukan kertas yang tidak terpakai baik, baik di rumah maupun sekolah juga sebagai limbah dan harus dikelolah dengan baik agar dapat bermanfaat secara langsung dirasakan peserta didik. Kentrampilan mengolah limbah kertas sangat perlu diberikan kepada peserta didik melalui semboyan dari peserta didik untuk peserta didik sebagai generasi harapan bangsa yang memiliki karakter, kreatif, hemat, sehat, mandiri, peka sosial dan bertanggung jawab sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; sehat, mandiri, dan percaya diri; dan toleran, peka sosial, demokrasi, dan bertanggung jawab.

B. Proses Pengumpulan dan Pemanfaatan Kertas Bekas

Melihat fenomena dan mengatasi permasalahan sampah kertas yang terjadi di MTsN 2 Bener Meriah, penulis menginisiasi dan menggerakan suatu kegiatan untuk memanfaatkan limbah kertas sekolah dan yang ada di rumah peserta didik sebagai suatu proses kegiatan pembelajaran. Kertas yang tidak dipakai tersebut dinamakan kertas bekas. Lembaran kertas yang tidak tertulis diolah menjadi sarana menulis, menggambar dan membuat tugas bagi peserta didik dengan cara pengolahan sederhana, sehingga siapa saja bisa melakukannya.

Kegiatan menggunakan kertas bekas untuk laporan hasil belajar peserta didik semula dilakukan oleh penulis sendiri sebagai guru bidang study IPA, selanjutnya ditularkan kepada semua guru bidang study MTsN 2 Kabupaten Bener Meriah. Menggumpulkan, merancang dan mengolah kertas bekas menjadi alat tulis ini dilakukan pada saat tidak ada jam belajar atau diluar jam belajar ketika disekolah, karena siswa dan guru sudah terbiasa dengan kegiatan pemanfaatan kertas bekas maka terbawa ke rumah masing-masing.

Hasil olahan kertas bekas tersebut terus dimanfaatkan untuk kepentingan proses belajar disekolah, sebagai buku catatan dan buku pekerjaan rumah (PR). Apalagi pelajaran Bidang study IPA peserta didik sering melakukan penelitian dan exsperimen dan sangat membutuhkan banyak kertas untuk laporan pengamatan/laporan kerja, buku latihan, lembar jawaban postes, dan ketika materi menghitung yang membutuhkan buku untuk coret-coret, sehingga peserta didik tidak menggunakan buku catatan, sebelumnya catatan coret-coretan untuk menghitung tersebut mereka lakukan pada halaman terakhir buku catatan.

Saat melihat peserta didik menggunakan halaman akhir buku catatan untuk coret-coretan menghitung dan mencari hasil perkalian, sebagai guru penulis merasa empaty terhadap peserta didik yang membutuhkan kertas begitu banyak saat proses pembelajaran sehingga timbul rasa simpati dan tidak ingin membebani mereka dengan membeli kertas atau buku sebagai coret-coretan, apalagi kehidupan orang tua mereka secara ekonomi golongan kelas menengah kebawah.

Berdasarkan konsisi peserta didik dan mengatasi semua permasalahan tersebut maka penulis menyiapkan box kertas bekas dan megajak peserta didik dan agar mengumpulkan kertas bekas ke dalam box yang telah tersedia di setiap kelas, ruang dewan guru dan tata usaha. Pertama-tama memang sangat sedikit peserta didik dan guru yang mau berpartisipasi, namun seiring waktu berjalan pengumpulan kertas bekas ke dalam box menjadi kebiasaan mereka karena komite sekolah dan orang tua peserta didik juga sangat mendukung kegiatan tersebut karena pemanfaatanya untuk kepentingan proses pembelajaran. Pengumpulan dan pemanfaatan kertas bekas ini sudah hampir 5 tahun berjalan di MTsN 2 Bener Meriah karena semakin dirasakan manfaatnya terutama penulis, peserta didik, dewan guru dan orang tua dalam kegiatan pembelajaran di MTsN 2 Bener Meriah.

Kebutuhan sekolah tentang kertas disampaikan dalam rapat komite MTsN 2 Bener Meriah yang disebut dengan kegiatan pemanfaatan kertas bekas dalam proses pembelajaran itu dinamakan sinte kelas, yang sangat mengapresiasi dan memotivasi sehingga banyak anggota komite yang datang langsung menyumbang kertas bekas atau menitipkan kertas ini sama putra-putri mereka. Kertas bekas yang dikumpulkan oleh peserta didik dari rumah mereka dan dari lingkungan sekolah merupakan buku tulis mereka yang sudah tidak terpakai lagi, adapun kertas bekas dari orang tua berupa kertas HVS, kertas buram, kertas folio, kertas sampul, kertas kado, kalender, kartu undangan, karton, majalah, koran, kardus, dan lainnya. sementara kertas yang didapat dari lingkungan sekolah sebagian besarnya berasal dari ruang tata usaha dan dari ruang guru, kertas-kertas ini merupakan hasil printer yang salah print, kertas soal ulangan, kertas-kertas yang tidak di gunakan lagi oleh pegawai TU dan oleh guru.

Memanfaatkan kertas bekas dilakukan untuk laporan hasil belajar di MTsN 2 Bener Meriah, merupakan usaha yang dilakukan untuk menjalankan peran sebagai guru dalam membangun potensi peserta didik dengan motivasi lingkungan sekolah dan lingkungan keseharian peserta didik baik secara individu maupun kelompok.

C. Tujuan dan Manfaat Kertas Bekas

1. Memupuk kesadaran peserta didikak terhadap penggunaan kertas bekas

Buku merupakan sekumpulan kertas-kertas, dia akan berharga dan berguna apabila sudah berisi tulisan-tulisan yang berarti. Seperti buku paket belajar atau bahan ajar yang telah tertulis bahan ajar yang dibutuhkan sesuai dengan materi ajar, melalui penyadaran akan pentingnya kertas maka peserta didik tidak menyia-yiakan kertas yang masih dapat dimanfaatkan, bahkan peserta didik merasa rugi kalau tidak menulis dalam buku tentang materi yang mereka dapatkan ketika proses pembelajaran berlangsung.

2. Melatih peserta didik mencintai lingkungan sehat, bersih dan nyaman untuk belajar.

Melalui pengumpulan dan pemanfaatan kertas bekas, lingkungan sekolah menjadi bersih dari sampah kertas, hal ini merupakan pengamalan dari “kebersihan adalah sebagian dari iman”, didukung dengan pernyataan bahwa setiap ciptaan Allah pasti bermanfaat, pernyataan itu harus selalu diucapkan kepada peserta didik, sehingga terpatri dalam sanubarinya. Sejalan dengan itu, pemberian pengetahuan dan pembentukan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat dirasakan sangat efektif ketika dilakukan pada peserta didik sedini mungkin yang diawali dengan pengumpulan dan pemanfaatan kertas bekas sampai teritegritas dalam kehidupan ketika berada disekolah maupun diluar sekolah mampu diterapkan peserta didik dan pada akhirnya bermuara kepada hidup bersih dan sehat. Sekolah yang berbudaya lingkungan sebagai salah satu wadah peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta didik memiliki peran penting dalam menyumbang perubahan yang terjadi dalam keluarga.

3. Menumbuhkan kesadaran peserta didik berhemat dan mengendalikan pengeluaran.

Allah tidak menyukai orang yang boros, hemat pangkal kaya, merupakan semboyan yang selalu dilontarkan kepada peserta didik MTsN 2 Bener Meriah, sala satu cara berhemat yang dapat dilakukan seorang peserta didik dengan tidak membuang kertas sembarangan, tidak merobek-robek buku tulisnya serta dapat menggunakan kembali buku tulis yang sudah lama tidak terpakai, serta dapat memanfaatkan kertas-kertas bekas yang ada di lingkungan sekolah maupun di rumah mereka.

4. Menumbuhkan rasa kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar peserta didik

Melalui pemanfaatkan kertas bekas peserta didik yang berekonomi lemah dan kaya menyatu dan tidak ada lagi saling bangga memiliki buku tulis yang mahal dan bagus atau sebaliknya tidak ada lagi yang minder karena buku tulisnya jelek dan murahan, yang ada peserta didik merasa bangga dengan buku tulis hasil karya mereka sendiri menggunakan bahan kertas bekas. Sampah di manfaatkan kembali setelah dipilah dan dipilih berdasarkan sifatnya dan jenisnya, lalu diolah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Hasil olahan kertas bekas menjadi buku dapat menutupi pengeluaran uang untuk membeli buku tulis dan kebutuhan kertas bisa dikendalikan oleh peserta didik, selain itu peserta didik juga mengetahui bahaya dari sampah apabila tidak dilakukan kegiatan pemanfaatan kembali, pengelolaan sampah sesuai sifatnya, pembuangan sampah pada tempatnya serta bahaya dari asap pembakaran sampah yang bisa mengganggu kesehatan makhluk hidup, selain itu kreatifitas peserta didik menjadikan kertas bekas sebagai sesuatu yang bermanfaat terus meningkat.

5. Memotivasi peserta didik dalam belajar

Peserta didik bersemangat, senang, dan tidak bosan menggunakan kertas bekas dalam kegiatan belajar mengajar, mereka menumpahkan semua gagasannya dalam exsplorasi mereka pada kertas bekas yang sudah mereka rancang menjadi buku tulis, buku diary, buku latihan dan laporan hasil belajar mereka. Pada kegiatan Elaborasi peserta didik bekerja dalam kelompok belajar atau secara mandiri dengan memamfaatkan kertas bekas tersebut. Peserta didik merasa bangga dan penuh semangat mempresentasikan serta berdiskusi dari hasil yang mereka tulis dalam laporan hasil belajar mereka. Selanjutnya peserta didik memajang karya mereka yang sangat berharga tersebut berupa laporan hasil belajar di mading kelas sebagai sumber belajar

6. Menumbuhkan rasa percaya diri pada peserta didik

Dengan kertas bekas yang sudah diolah menjadi berbagai alat tulis terutama laporan hasil belajar kelompok timbul rasa percaya diri pada setiap peserta didik, semula peserta didik yang berekonomi lemah merasa minder dengan buku tulis mereka dan sering tidak bisa menyediakan kertas/buku yang dituntut guru dalam proses belajar mengajar karena keuangan mereka yang kadang kala tidak memungkinkan, dengan kegiatan ini mereka tidak mengeluarkan lagi uang dan setiap peserta didik sama-sama menggunakan kertas bekas untuk laporan hasil belajar. Peserta didik merasa bangga dengan karya yang mereka hasilkan, semula mereka tidak yakin bisa mengolah kertas bekas menjadi karya berharga dan indah.

7. Meningkatkan kreativitas Peserta didik

Peserta didik bebas mengekpresikan gagasan, daya imajinasi, bakat seni, jiwa mereka dalam merancang dan mengolah kertas bekas menjadi alat tulis dengan berbagai kebutuhan mereka. Rasa ingin tahu yang luar biasa menciptakan berbagai ragam dan gagasan dalam mengolah kertas bekas menjadi alat tulis yang mereka inginkan. Terjadi perlombaan dan saling membantu atar sesame peserta didik dalam menghasilkan karya terbaik, indah dan dapat dimanfaatkan sebagai alat tulis. Kreatifitas peserta didik itu muncul dan malah hasilnya diluar dugaan karena karya inovatif peserta didik benar-benar indah dan dapat digunakan sebagai alat tulis dan laporan hasil belajar yang bisa dipajang di mading kelas dan galeri pembelajaran

8. Memgembangkan potensi bakat dan minat peserta didik

Kegiatan pemanfaatan kertas bekas dapat menjadi ajang mengenal bakat dan minat peserta didik, dapat terlihat dengan jelas kreatifitas dan motivasi mereka saat melakukan kegiatan memamfaatkan kertas bekas menjadi sesuatu yang berharga dengan tampilan yang menawan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan prestasi yang gemilang. Karya-karya tersebut dapat terlihat ketika peserta didik mampu memanfaatkan hasil karyanya tersebut dalam proses pembelajaran.

9. Mengurangi pengundulan hutan

Bahan baku pembuatan kertas adalah kayu dari hutan alam pinus. Terjadi menebang hutan yang sudah dibesarkan alam hingga gundul, menunggu tumbuh sebatang pohon menjadi besar itu sangat lama. Bener Meriah merupakan daerah yang dikelilingi hutan pinus, sebaiknya sedini mungkin langkah pencegahan pengundulan hutan pinus harus dilakukan. Melalui kegiatan memanfatkan kertas bekas merupakan suatu upaya yang dilakukan peserta didik dalam mengurangi pengundulan hutan dan mengurangi penebangan pohon pinus, karena peserta didik sudah dapat mengendalikan kebutuhan mereka terhadap kertas.

10. Pelestarian hutan sebagai paru-para dunia

Masih segar dalam ingatan, dulu sejak kecil, kita selalu diajari bahwa hutan adalah paru-paru dunia dan itulah bentuk doktrin yang berhasil ditanamkan oleh orang tua di pikiran kita, tapi sayang pada prakteknya mereka lupa menyisipkan contoh pelestarian yang baik. Padahal fungsi paru-paru bagi manusia dan sebagian hewan dibumi ini adalah sebagai alat pernapasan untuk membersihkan darah dengan oksigen yang diisap dari udara terbuka yang di filter oleh hutan dan tumbuhan hijau yang ada dibumi. Dapat dibayangkan bila paru-paru dunia itu sudah terserang kanker, sekarang bagaimana memperbaiki hutan yang sudah rusak parah tersebut agar tidak terjangkit kanker paru-paru. Salah satu usaha kecil untuk hal tersebut adalah kegiatan memanfaatkan kertas bekas menjadi berbagai sarana belajar sekaligus mengurangi dan mengendalikan kebutuhan peserta didik terhadap kertas.

Kegiatan tersebut juga menanamkan nilai agama, seperti dimaksud Al Qu’an surat Ar Rum ayat 4 yang artinya “telah nampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan oleh ulah tangan manusia”, ayat ini sebagai penanaman karakter bangsa dan konsep positif yang berguna bagi peserta didik dikemudian hari. Memngingat tanpa goresan tinta kertas tak ada harganya, maka sampah kertas menjadi langkah dan unik serta menarik juga bermanfaat besar bagi perlindungan hutan.

D. Kesimpulan

Besar harapan kami dan semoga kegiatan yang dilakukan MTsN 2 Bener Meriah dapat diikuti sekolah lainnya, sehingga kegundulan hutan dapat diselamatkan sedini mungkin, kreatifitas siswa mengolah sampah kertas bekas terus meningkat, ekonomi masyarakat terhadap kebutuhan sekolah terutama alat tulis dapat terbantu, peserta didik terbiasa menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan serta termotivasi menghargai sesuatu yang bermanfaat.

 

*Guru IPA MTsN 2 Bener Meriah

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top