Free songs
Home / Keber Ari Ranto / BKKBN Aceh Fokus Pada Program Pranikah

BKKBN Aceh Fokus Pada Program Pranikah


BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Pendidikan pranikah akan menjadi salah satu fokus program Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh pada tahun 2018.

Demikian disampaikan Kepala BKKBN Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd pada konferensi pers program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Banda Aceh, Selasa (14/11/2017).

Turut hadir Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) Faridah, SE, MM, dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Irma Dimyati, SE, MSi.

Sahidal mengakui untuk menyukseskan program tersebut pihaknya akan menggelar pertemua dengan seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) diseluruh Aceh untuk dibekali.

“Jadi BKKBN ini punya program-program prioritas secara nasional, tapi khusus untuk Aceh harus dibedakan, karena Aceh adalah daerah khusus yang diakui keistimewaannya,” lanjutnya.

Selain itu ia juga berharap agar seluruh kabupaten/kota di Aceh melahirkan sebuah aturan agar setiap calon pengantin yang mengajukan pernikahan terlebih dahulu mengikuti pendidikan pranikah yang disusun oleh ulama-ulama di Aceh.

“Kita ingin menggalakkan program pendidikan pranikah. Karena rumah tangga ini sebagai awal untuk membina keluarga. Kita ingin mengadop seperti Malaysia, sebelum menikah harus kursus dulu, jadi keluarga berencana itu memang harus benar-benar direncanakan, karena kalau persiapan tidak matang, ujungnya coba-coba,” ujarnya.

Sahidal menambahkan, program prioritas selanjutnya adalah membentuk Kampung KB diseluruh kecamatan yang ada di Aceh. Saat ini jumlah Kampung KB yang sudah terbentuk katanya baru sekitar 50 persen.

Sementara itu Kabid ADPIN, Faridah, SE, MM, menyebutkan saat ini Kampong KB sudah terbentuk di 129 gampong di seluruh Aceh.

Diakui Faridah dari 23 kabupaten/kota, sebanyak 12 kabupaten/kota sudah terbentuk Kampung KB nya 100 persen atau satu Kampung KB disetiap kecamatan, seperti Kota Banda Aceh, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Aceh Besar.

“Persoalan dalam pembentukan Kampong KB ini karena masih kurangnya koordinasi lintas sektor terkait. Dan di Aceh saat ini juga masih sensitif dengan bahasa KB, karena ada yang masih berfikiran bahwa BKKBN hanya mengurus KB saja,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Dalduk Irma Dimyati mengatakan, untuk di Bidang Dalduk, ada program Grand Design Kependudukan, Pendidikan Kependudukan, Pojok Kependudukan, dan Rumah Data Ku, dan program kependudukan lainnya.

Untuk Pendidikan Kependudukan sasarannya para pelajar dan mahasiswa. “Mengapa mereka? Karena menurutnya, pelajar dan mahasiswa bakal tonggak kepemimpinan yang akan datang. Jika mereka menjadi pemimpin atau pengambil kebijakan, mereka mengetahui langkah-langkah kebijakan apa yang harus diambil dalam upaya pengendalian penduduk dan hal-hal yang berkaitan dengan kependudukan,” demikian pungkasnya.

[SP/DM]

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top