Free songs
Home / Catatan Redaksi / Serunya ‘Mengarung’ di Weh Peusangan

Serunya ‘Mengarung’ di Weh Peusangan


Olahraga Arung Jeram, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir mulai membumi di dataran tinggi Gayo khususnya Aceh Tengah. Banyaknya tempat yang bisa dijadikan spot olahraga tergolong ekstrim ini menjadikan wilayah Takengon, Aceh Tengah, menjadi salah satu tempat wisata arung jeram di Aceh.

Walau masih seumur jagung, namun olahraga ini kian diminati oleh masyarakat Aceh Tengah dan sekitarnya. Seperti terlihat pada Sabtu dan Minggu 11-12 November 2017. Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) bernama Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh Tengah melaunching olahraga ini di aliran sungai Weh Peusangan, tepatnya di totor (jembatan-red) Lukup Badak, Pegasing, Aceh Tengah.

Sedikit flashback, FAJI Aceh Tengah dalam 2 tahun terkahir memiliki prestasi luar biasa. Dalam beberapa kali kejuaraan baik daerah maupun nasional, atlet-atlet arung jeram Aceh Tengah mampu menunjukkan kelasnya dan menjadi kekuatan baru pada olahraga ini di Aceh.

Pada Pra Pekan Olahraga Aceh (Pora) beberapa waktu lalu, FAJI Aceh Tengah mampu menjadi juara umum, dan berhak lolos ke PORA 2018 di Aceh Besar. Prestasi ini ternyata tidak diikuti oleh peralatan yang refresentatif, awal-awal perkembangan olahraga ini, para atlet harus latihan menggunakan ban dalam yang notabennya sangat tidak layak.

Baru pada akhir tahun 2017, persediaan alat berupa kapal karet dan perlengkapan pendukung lainnya bisa terpenuhi. Hal ini langsung dimanfaatkan oleh FAJI Aceh Tengah melaunching olahraga ini.

Demikian disampaikan Ketua FAJI Aceh Tengah, Khalisuddin, sesaat setelah melaunching olahraga wisata tersebut, Sabtu 11 November 2017.

Sehari setelah dilaunching, ternyata antusias masyarakat cukup tinggi. Seperti terlihat pada Minggu 12 November 2017, puluhan orang rela antri menunggu perahu karet tiba di atomic launch (start pengarungan).

Untuk biaya, FAJI Aceh Tengah masih dalam tahap promosi hingga akhir Desember 2017. Untuk orang dewasa dikenakan biaya sebesae Rp. 40 ribu/orang, sedangkan anak-anak Rp. 20 ribu/orang,

Dalam kesempatan launching itu, penulis diberi kesempatan mengarung bersama atlet-atlet FAJI Aceh Tengah. Start di mulai dari Totor Lukup Badak dan finish di Sanehen, Kecamatan Silihnara, Aceh Tengah. Butuh waktu 25 menit untuk sampai ke titik finish.

Pantauan kami, jalur pengarungan termasuk grade 1 dan 2. Artinya, grade ini masih sangat aman bagi pengarung pemuda.

Menurut Khalis dalam kesempatan wawancaranya mengatakan Weh Peusangan memiliki beberapa grade pengarungan. “Disini komplit, dari grade 1 hingga 5 ada. Grade 5 paling ektreme, namun untuk pemula kita masih merekomended yang grade 1 dan 2 agar aman,” katanya.

Meski tergolong jalur aman, dalam hal keselamatan katanya lagi, pihaknya tetap melakukan safety. Terutama bagi pengemudi perahu karet dalam istilah arung jeram dikenal dengan sebutan skippers.

“Skippers orang yang memberi instruksi pada saat pengarung lewat di jalur deras. Dia yang bertugas mengemudikan perahu agar tidak oleng. Menjaga keamanan pengarung, kita menyiapkan skippers-skippers yang telah terlatih,” ujarnya.

Begitu sampai di finish, katanya lagi, para pengarung akan diangkut menggunakan mobil ke garis start. “Jadi biaya yang dikeluarkan, salah satunya juga untuk biaya transportasi,” ujarnya.

Setelah merasakan bagaimana serunya mengarung di Weh Peusangan, walau jalur yang dilalui masih untuk kelas pemula. Namun, keseruan para paengarung dalam memacu adrenalin cukup antusias. Bagi yang belum mencoba olahraga ini, Khalis mengatakan bahwa pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk mencoba.

“Setiap hari Sabtu dan Minggu kita standby di Lukup Badak, untuk hari-hari lain, jika ada peminat juga kita buka, tapi harus dikonfirmasi terlebih dahulu,” tandasnya.

[Darmawan Masri]

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top