Free songs
Home / Inilah Gayo / Konsep Kepuasan dalam Kajian Ekonomi Islam pada Syair Mustafa AK

Konsep Kepuasan dalam Kajian Ekonomi Islam pada Syair Mustafa AK


Oleh : Aryanto

ISLAM yang merupakan way of life umat muslim dan juga sebagai agama yang universal,karena memuat segala aspek kehidupan baik itu ekonomi,sosial,politik dan budaya.

Seiring dengan berkembangnya kajian tentang ekonomi islam di bumi pertiwi ini,membuat akademisi dan praktisi ekonomi islam berbondong-bondong untuk mengenalkan dan mengimplementasikan ekonomi islam dalam kehidupan sehari-hari.

ekonomi islam juga mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan didunia maupun kebutuhan di akhirat.

Dalam usaha untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, banyak hal yang menjadikan batasan, seperti penghasilan, pertimbangan kebutuhan orang lain dan nilai-nilai yang menjadi pedoman hidup.

Berbicara tentang pemenuhan kebutuhan,pasti sangat erat kaitanya dengan kepuasaan seseorang.Dalam ekonomi islam kepuasan dikenal dengan sebutan maslahah,atau tepenuhinya kebutuhan manusia baik bersifat fisik maupun spiritual,dan konsep puas dalam ekonomi islam adalah ketenangan bathin.

“Ike kaya emas gere musampe,ike kaya ate bewene ara”, syair tersebut merupakan salah satu penggalan dari lagu yang berjudul Kutalu-talu yang diciptakan oleh Seniman Gayo Alm.Mustafa,AK.

Mustafa AK dihadapan anak-anak kampung Toweren yang sedang berdidong. (LGco_Khalis)

Syair tersebut mengatakan bahwa kaya emas atau harta tidak menjamin kebahagiaan dan iman seseorang,akan tetapi jikalau kaya akan hati,maka manusia akan merasa puas dan tenang,sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya “Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051).

Syair berikutnya “Enti kire kona lagu musang pulut,ku uken gere siep ku toa gere elut,gere lagut ike mulaho”, Syair ini melarang manusia melakukan pemborosan dan glamour,karena akan merugikan dirinya sendiri.

Disini bukan berarti kita tercela jika kaya harta, namun yang tercela adalah ketika kita tidak pernah merasa cukup dan puas (qona’ah) dengan apa yang Allah berikan.

Syariat dan budaya yang islami dibumi serambi mekkah ini,tentu sangat efektif jika masyarakatnya menggunakan konsep ekonomi islam sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Melalui tulisan ini juga,saya meminta kepada pemerintah daerah untuk semakin menggalakan ekonomi syariah dibumi gayo khususnya dan di bumi serambi mekkah umumnya.[]

*Aryanto merupakan mahasiswa STAIN GP Aceh Tengah,jurusan syariah Prodi Ekonomi Syariah.

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top