Free songs
Home / Features / Miris Melihat Pendidikan di Aceh Tengah, Pihak Terkait Bersikap “Masa Bodo”

Miris Melihat Pendidikan di Aceh Tengah, Pihak Terkait Bersikap “Masa Bodo”


Miris melihat kondisi pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah khususnya di daerah terisolir. Seperti yang terlihat di SDN 1 Pameu, Kecamatan Rusip Antara.

Baca : Isi Kekosongan Guru, Danramil 06/Silihnara Mengajar di SDN 1 Pameu

Betapa tidak, di tengah kelulusan siswa Aceh Tengah baik di tingkat SD hingga SMA dengan indikator capaian saat melaksanaan Ujian Nasional (UN) yang begitu baik, mengindikasi pemerataan pendidikan di daerah ini terlihat sempurna. Namun, sepertinya hal ini hanya topeng belaka.

Kenyataannya, masih ada sekolah kekurangan guru. Bahkan, di SDN 1 Pameu, siswa yang sudah menginjak kelas 5 belum mahir tulis baca. Demikian yang ditemukan Danramil 06/Silihnara saat berkunjung ke sekolah tersebut. Hal ini menjadi pukulan telak bagi Dinas Pendidikan Aceh Tengah, yang kurang memprihatinkan mutu pendidikan di daerah pinggiran.

Guru terkonsentrasi hanya di sekolah yang aksesnya dekat dengan kota. Sedangkan, untuk daerah pinggiran pihak terkait seolah menganaktirikan, dengan bersikap “masa bodo”. Yang penting duduk hangat di kursi penguasa, tanpa tergoyahkan.

Program-program pendidikan juga tak langsung menyentuh kepada mutu, melainkan hanya sebatas proyek bangunan dan bangunan yang dapat mengeruk keuntungan bagi pihak tertentu.

Besarnya anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBK, kebanyakan hanya diperuntukkan bagi peningkatan fisik, hanya sedikit program yang menyentuh kepada peningkatan mutu.

Mindset ini sebenarnya perlu dirubah. Pengamatan kami, dunia pendidikan di Aceh Tengah jauh dari kata baik, dan bisa dikatakan bobrok.

Siapa yang salah?. Semuanya tak mau disalahkan, selalu ada alasan dilontarkan pihak terkait, begitu ada kritikan. Anti kritik, itulah kata yang tepat dilontarkan kepada pihak terkait yang mengurusi dunia pendidikan di Aceh Tengah.

SDN 1 Pameu, Rusip Antara, hanya satu diantara puluhan sekolah di Aceh Tengah yang masih mengalami hal serupa. Namun, belum ada program yang dicanangkan untuk pemerataan tenaga pendidik ke daerah terisolir.

Semoga saja, itikad baik dari pihak terkait yang mengurus ini benar-benar terwujud. Sembari berharap itu, semua warga berdo’a semoga dibukakan hati nurani dari pejabat daerah ini. Jika tidak mampu, segera angkat bendera putih saja, masih banyak anak negeri ini yang ikhlas tanpa ada embel-embelnya dalam membangun.

[Wein Mutuah]

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top